Pengambilan sampel air muara dan air laut lebih komplek bila dibandingkan
dengan pengambilan sampel air sungai maupun air danau/waduk. Hal ini disebabkan
kualitas air muara sangat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:
pasang-surut, arus, musim, jenis kegiatan di sekitar muara dan debit air
sungai. Sedangkan kualitas air laut sangat dipengaruhi oleh suhu, salinitas arah
angin dan arus laut. Pada lokasi yang sama, nilai salinitas air muara pada saat
surut dapat mencapai 0,5 PSU (practical
salinity unit, ‰) sedangkan pada saat pasang nilai salinitasnya 5 PSU.
Perbedaan nilai salinitas ini dipengaruhi oleh seberapa besar air sungai atau
air laut yang dominan pada daerah muara. Semakin besar air laut yang masuk ke
aliran sungai maka nilai salinitasnya akan semakin besar, begitu juga
sebaliknya.
Penentuan
lokasi pengambilan sampel
Apabila pengambilan sampel dilakukan pada lokasi yang sama namun mempunyai
nilai salinitas yang berbeda disebabkan waktu pasang-surut, maka data kualitas
air muara tersebut tidak dapat dibandingkan. Perbedaan nilai salinitas pada
lokasi yang sama akan menyebabkan perbedaan matrik maupun karakteristik kimiawi
air muara. Penentuan lokasi pengambilan sampel didasarkan pada perbedaan nilai
salinitas yang menunjukkan perbedaan ekosistem aquatik di air laut (Gambar 1).
a) tidal
zone (daerah pasang surut) : 0,0 – 0,5 PSU
b)
oligohaline (estuari/muara) : 0,5 –
5,0 PSU
c)
mesohaline (pantai) : 5,0 – 18,0 PSU
d)
polyhaline (laut) :
18,0 – 30,0 PSU
e) euhaline (samudra) :
< 30,0 PSU
Apabila nilai salinitas telah diketahui dan digunakan sebagai dasar
penentuan lokasi pengambilan sampel maka ordinat lokasi tersebut ditentukan
dengan Global Positioning System
(GPS). Penentuan ordinat maupun nilai salinitas ini dapat digunakan sebagai
acuan dalam pengambilan sampel air muara atau air laut selanjutnya, sehingga
data yang diperoleh dari waktu ke waktu dapat dibandingkan.
Bila lokasi pengambilan sampel dilakukan pada daerah muara kearah pantai
maka sebaran air sungai yang masuk ke laut harus diketahui. Pada saat pasang,
air sungai akan tersebar di sepanjang pantai sedangkan pada saat surut air
sungai akan terbawa ke tengah laut. Selain dipengaruhi oleh pasang-surut air
laut, pola sebaran air sungai ke laut juga dipengaruhi oleh arah arus laut.
Jika arah arus laut menuju barat maka aliran air sungai yang masuk ke laut juga
menuju kearah barat. Gambar 2 menunjukkan pola sebaran air sungai di muara pada
saat pasang-surut maupun saat dipengaruhi oleh arah arus air laut.
Penentuan titik pengambilan sampel
Penentuan titik pengambilan sampel air muara atau air laut pada beberapa
kedalaman didasarkan pada perbedaan suhu dan salinitas. Hal ini disebabkan pola
distribusi zat-zat kimia di muara atau air laut sangat tergantung pada
perbedaan suhu atau salinitas kedalaman air. Jumlah titik pengambilan sampel
untuk air muara atau air laut sangat tergantung pada tujuannya. Secara umum
penentuan titik kedalaman untuk pengambilan sampel air muara atau air laut
dilakukan sebagaimana Tabel 1. Pengambilan sampel 0 – 1 meter mewakili air
permukaan sedangkan pengambilan dekat dasar laut harus hati-hati sehingga
endapan dasar/sedimen tidak terambil.
Tabel 1: Titik sampling air laut berdasarkan kedalaman
0 komentar:
Post a Comment