Tuesday, 8 April 2014

Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Air Muara dan Air Laut

Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Pengambilan sampel air muara dan air laut lebih komplek bila dibandingkan dengan pengambilan sampel air sungai maupun air danau/waduk. Hal ini disebabkan kualitas air muara sangat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain: pasang-surut, arus, musim, jenis kegiatan di sekitar muara dan debit air sungai. Sedangkan kualitas air laut sangat dipengaruhi oleh suhu, salinitas arah angin dan arus laut. Pada lokasi yang sama, nilai salinitas air muara pada saat surut dapat mencapai 0,5 PSU (practical salinity unit, ‰) sedangkan pada saat pasang nilai salinitasnya 5 PSU. Perbedaan nilai salinitas ini dipengaruhi oleh seberapa besar air sungai atau air laut yang dominan pada daerah muara. Semakin besar air laut yang masuk ke aliran sungai maka nilai salinitasnya akan semakin besar, begitu juga sebaliknya.

Penentuan lokasi pengambilan sampel
Apabila pengambilan sampel dilakukan pada lokasi yang sama namun mempunyai nilai salinitas yang berbeda disebabkan waktu pasang-surut, maka data kualitas air muara tersebut tidak dapat dibandingkan. Perbedaan nilai salinitas pada lokasi yang sama akan menyebabkan perbedaan matrik maupun karakteristik kimiawi air muara. Penentuan lokasi pengambilan sampel didasarkan pada perbedaan nilai salinitas yang menunjukkan perbedaan ekosistem aquatik di air laut (Gambar 1).
a)    tidal zone (daerah pasang surut)     : 0,0 – 0,5 PSU
b)   oligohaline (estuari/muara)              : 0,5 – 5,0 PSU
c)    mesohaline (pantai)                             : 5,0 – 18,0 PSU
d)   polyhaline (laut)                                   : 18,0 – 30,0 PSU
e)    euhaline (samudra)                            : < 30,0 PSU

Apabila nilai salinitas telah diketahui dan digunakan sebagai dasar penentuan lokasi pengambilan sampel maka ordinat lokasi tersebut ditentukan dengan Global Positioning System (GPS). Penentuan ordinat maupun nilai salinitas ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan sampel air muara atau air laut selanjutnya, sehingga data yang diperoleh dari waktu ke waktu dapat dibandingkan.

Bila lokasi pengambilan sampel dilakukan pada daerah muara kearah pantai maka sebaran air sungai yang masuk ke laut harus diketahui. Pada saat pasang, air sungai akan tersebar di sepanjang pantai sedangkan pada saat surut air sungai akan terbawa ke tengah laut. Selain dipengaruhi oleh pasang-surut air laut, pola sebaran air sungai ke laut juga dipengaruhi oleh arah arus laut. Jika arah arus laut menuju barat maka aliran air sungai yang masuk ke laut juga menuju kearah barat. Gambar 2 menunjukkan pola sebaran air sungai di muara pada saat pasang-surut maupun saat dipengaruhi oleh arah arus air laut.


 


Penentuan titik pengambilan sampel
Penentuan titik pengambilan sampel air muara atau air laut pada beberapa kedalaman didasarkan pada perbedaan suhu dan salinitas. Hal ini disebabkan pola distribusi zat-zat kimia di muara atau air laut sangat tergantung pada perbedaan suhu atau salinitas kedalaman air. Jumlah titik pengambilan sampel untuk air muara atau air laut sangat tergantung pada tujuannya. Secara umum penentuan titik kedalaman untuk pengambilan sampel air muara atau air laut dilakukan sebagaimana Tabel 1. Pengambilan sampel 0 – 1 meter mewakili air permukaan sedangkan pengambilan dekat dasar laut harus hati-hati sehingga endapan dasar/sedimen tidak terambil.

Tabel 1: Titik sampling air laut berdasarkan kedalaman 




0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . infolabling Anwar Hadi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger