Showing posts with label Sampling/Good Sampling Practice. Show all posts
Showing posts with label Sampling/Good Sampling Practice. Show all posts

Wednesday, 23 November 2016

Unit Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja Pada Jabatan Kerja Pengambil Contoh Uji Air Berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 168 Tahun 2016

- 3 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Unit Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja Pada Jabatan Kerja Pengambil Contoh Uji Air Berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 168 Tahun 2016

Pada tanggal 30 mei 2016, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia telah menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 168 Tahun 2016 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Jasa Arsitektur dan Teknik Sipil; Analisis dan Uji Teknis Pada Jabatan Kerja Pengambil Contoh Uji Air. Standar kompetensi ini dibutuhkan oleh beberapa lembaga/institusi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, sesuai dengan kebutuhan masing-masing, yaitu:

[Continue reading...]

Tuesday, 25 October 2016

Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 168 Tahun 2016 Tentang SKKNI Pengambil Contoh Uji Air

- 3 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 168 Tahun 2016 Tentang SKKNI Pengambil Contoh Uji Air


Pengambilan contoh dan pengujian parameter kualitas air merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah karena polutan air mempunyai sifat yang dinamis serta bermigrasi seiring dengan pengaruh situasi dan kondisi setempat. Karakteristik fisik matrik air, jumlah polutan yang ada, kecepatan lepasnya polutan ke lingkungan, sumber effluen, sifat kimia/fisika/biologi dari polutan, dan intervensi manusia sangat mempengaruhi cara serta kecepatan migrasi polutan air. Umumnya mekanisme migrasi polutan air terjadi melalui angin, hujan, air permukaan, air tanah, air laut, dan intervensi manusia berupa pipa limbah cair, drainase dan lain-lain.
[Continue reading...]

Saturday, 19 December 2015

Pengambilan Sampel Lingkungan (Good Environmental Sampling Practices)

- 1 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Pengambilan Sampel Lingkungan (Good Environmental Sampling Practices)

Data kualitas lingkungan merupakan dasar perencanaan, evaluasi, maupun pengawasan yang sangat berguna bagi para pengambil keputusan, perencana, penyusun program, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah dalam menentukan kebijakan lingkungan hidup. Untuk mendapatkan validitas data hasil pengujian parameter kualitas lingkungan yang dapat dipercaya sesuai tujuan, maka dokumen perencanaan dan pengambilan sampel yang representatif harus merupakan bagian integral dari suatu kegiatan pengujian parameter kualitas lingkungan.
[Continue reading...]

Thursday, 30 July 2015

Saat yang Tepat, Lama dan Frekuensi Pengambilan Sampel Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Saat yang Tepat, Lama dan Frekuensi Pengambilan Sampel Lingkungan

Kapan seharusnya pengambilan sampel lingkungan dilakukan sehingga diperoleh sampel yang dapat mewakili kondisi kualitas lingkungan? Tidak ada suatu peraturan perundang-undangan yang mengatur kapan pengambilan sampel lingkungan. Umumnya, pendekatan yang digunakan dalam menentukan kapan pengambilan sampel lingkungan dilakukan adalah saat media lingkungan yang akan diambil diasumsikan cukup homogen atau konstan sehingga dapat mewakili kondisi yang disyaratkan.
[Continue reading...]

Tuesday, 14 July 2015

Pertimbangan Pengawetan Sampel Lingkungan

- 2 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Pertimbangan Pengawetan Sampel Lingkungan

Sesaat setelah pengambilan sampel dilakukan, merupakan suatu hal penting untuk tetap memelihara keutuhan dan memastikan bahwa sampel tidak terkontaminasi atau mencegah terjadi perubahan. Memelihara integritas dan menghindari kontaminasi sampel dapat dilakukan dengan menambahkan bahan pengawet ke dalam sampel sesuai dengan parameter yang akan dianalisis. Bahan pengawet yang ditambahkan ke dalam sampel dapat menghambat perubahan secara mikrobiologi, kimia, maupun fisika terhadap parameter yang akan dianalisis sehingga stabil dalam waktu tertentu. 
[Continue reading...]

Tuesday, 23 June 2015

Persiapan Kertas Saring dalam Pengambilan Sampel Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Persiapan Kertas Saring dalam Pengambilan Sampel Lingkungan

Tujuan utama penyaringan sampel lingkungan, khususnya media cair, adalah untuk memisahkan zat padat terlarut dan zat padat tersuspensi. Zat padat terlarut adalah zat padat yang dapat melewati kertas saring berukuran pori tertentu, sedangkan zat padat tersuspensi adalah zat padat yang tertahan pada kertas saring tersebut. Perlu diperhatikan bahwa, kertas saring mempunyai ukuran pori dan bahan yang berbeda. Untuk keseragaman pengujian, umumnya kertas saring berukuran pori 0,45 mm digunakan sebagai standar untuk logam terlarut. Adapun pemilihan bahan kertas saring tergantung pada jenis parameter yang akan dianalisis. Kesalahan pemilihan kertas saring akan menyebabkan hasil analisis tidak akurat karena terjadi kontaminasi positif maupun kontaminasi negatif. Kontaminasi positif terjadi ketika ada penambahan bahan kimia ke dalam sampel dari bahan kertas saring. Sedangkan kontaminasi negatif terjadi karena adsorpsi atau absorpsi oleh bahan kertas saring terhadap analit yang ada dalam sampel.
[Continue reading...]

Wednesday, 11 February 2015

Transportasi Sampel Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Transportasi Sampel  Lingkungan

Transportasi dari lokasi pengambilan sampel ke laboratorium merupakan hal yang harus dipertimbangkan, karena beberapa sampel lingkungan mempunyai batas maksimum waktu simpan yang kurang dari 1 (satu) hari. Batasan waktu simpan ini disebabkan karakteristik sampel lingkungan yang dapat berubah antara waktu pengambilan sampel sampai diterima di laboratorium. Perubahan karakteristik tersebut diakibatkan, antara lain:
a)   lamanya waktu transportasi;
b)   disimpan dalam wadah yang kurang tepat;
c)    pada suhu yang terlalu tinggi, atau terlalu rendah;
d)   pada pH tinggi atau rendah;
e)    tanpa pengawetan yang memadai.
[Continue reading...]

Monday, 19 January 2015

Job safety Analysis (JSA) Pengambilan Sampel Air Limbah

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Job safety Analysis (JSA) Pengambilan Sampel Air Limbah

Keselamatan dan kesehatan kerja petugas pengambil sampel merupakan faktor yang harus dipertimbangkan saat pengambilan sampel lingkungan di lakukan. Karena itu, setiap petugas pengambil sampel diharuskan memahami keselamatan dan kesehatan kerja yang baik dan benar. Sebelum pengambilan sampel dilakukan, petugas pengambil sampel harus menyusun analisis keselamatan kerja (job safety analysis, JSA).
[Continue reading...]

Thursday, 15 January 2015

Persyaratan Wadah Sampel Lingkungan

- 1 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Persyaratan Wadah Sampel Lingkungan

Akan sangat mengecewakan bila setelah melakukan pengambilan sampel yang mungkin telah membuat petugas pengambil sampel lelah dan kotor, setelah dibawa ke laboratorium ternyata bahwa “jenis wadah” yang digunakan tidak memenuhi persyaratan dan harus mengulangi pengambilan sampel dengan jenis wadah yang baik dan benar sesuai persyaratan. Karena itu, petugas pengambil sampel harus mengetahui terlebih dahulu parameter lingkungan yang akan dianalisis dan menentukan berapa jumlah volume atau berat minimum sampel yang akan diambil sehingga dapat menentukan jenis dan ukuran wadah yang harus digunakan.
[Continue reading...]

Sunday, 25 May 2014

Peralatan Pengambilan Sampel Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Peralatan Utama
Berbagai jenis peralatan utama pengambilan sampel lingkungan dan pengukuran parameter di lapangan di desain mempunyai fungsi yang berbeda berdasarkan tujuannya. Pada saat melakukan pemilihan peralatan pengambilan sampel lingkungan, maka hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah peralatan pengambilan sampel lingkungan tersebut terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi atau mengubah komposisi kimia sampel yang ada. Selain itu, peralatan tersebut sesuai digunakan di lapangan, mudah pengangkutannya, serta mudah dibersihkan untuk menghindari kontaminasi dari sampel sebelumnya. Sebagai tambahan, peralatan pengambilan sampel lingkungan harus sederhana penanganannya  serta tersedia dengan mudah suku cadangnya.

Seringkali peralatan pengambilan sampel otomatis dan terus-menerus (continuous) digunakan dengan tujuan pemantauan lingkungan pada lokasi tertentu untuk periode waktu tertentu. Peralatan tersebut ditempatkan di suatu lokasi yang dapat mewakili kualitas lingkungan untuk jangka waktu tertentu. Setelah itu, peralatan dapat dipindahkan sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh, peralatan pemantauan lingkungan secara otomatis dan terus-menerus adalah untuk pemantauan udara ambien (Continuous Air Quality Monitoring System) dengan parameter uji: O3, SO2, NO2, HC, maupun CO. Sedangkan untuk pemantauan kualitas air sungai (Continuous Water Quality Monitoring System), parameter yang diukur adalah kecepatan alir, pH, suhu, DHL, atau DO dan lain sebagainya.

Pemilihan peralatan pengambilan sampel secara otomatis sangat tergantung kepada tujuan untuk mendapatkan data hasil pemantauan secara terus-menerus. Dalam hal pengambilan sampel lingkungan yang dilakukan dengan peralatan bukan otomatis dan terus-menerus, maka hal-hal berikut ini perlu dipertimbangkan sebelum pergi ke lokasi dan titik pengambilan sampel lingkungan:
a)    jenis peralatan pengambilan sampel apa yang dibutuhkan sesuai bidang pengujian dan parameter lingkungan yang akan dianalisis?;
b)   apakah petugas pengambil sampel dapat menggunakan peralatan pengambilan sampel lingkungan sebagaimana mestinya dan bagaimana menanganinya apabila ada permasalahan dalam penggunaan peralatan tersebut?;
c) bagaimana cara mencuci peralatan pengambilan sampel sehingga dapat menghindari adanya kontaminasi dari pemakaian sebelumnya?;
d)  apakah peralatan pengambilan sampel tersebut memerlukan kalibrasi atau pengecekan untuk memastikan kelaikannya?
[Continue reading...]

Friday, 23 May 2014

Bidang pengujian, parameter uji, dan tipe sampel lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Bidang pengujian dan parameter uji
Penentuan bidang pengujian kualitas lingkungan sangat tergantung pada tujuan yang ditetapkan. Bidang pengujian kualitas lingkungan dibedakan sesuai dengan media lingkungan yang ada. Adapun parameter yang harus dianalisis disesuaikan dengan baku mutu lingkungan yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan dibidang lingkungan hidup. Namun demikian, dalam penerapannya seringkali penentuan parameter yang harus dianalsis disesuaikan dengan sumber daya yang ada termasuk biaya yang tersedia. Contoh bidang pengujian kualitas lingkungan, antara lain: air permukaan, air tanah, air limbah, air laut, udara ambien, emisi sumber bergerak, emisi sumber tidak bergerak, tanah, biota dan lain sebagainya.

Selain itu, penentuan parameter yang harus dianalisis juga sangat tergantung pada keberadaan bahan pencemar atau polutan yang ada di lingkungan. Sebagai contoh, parameter yang harus dianalisis untuk air limbah industri logam akan berbeda dengan parameter uji air limbah tekstil. Hal ini disebabkan tiap industri menggunakan jenis bahan baku dan proses produksi yang berbeda sehingga menghasilkan air limbah yang berbeda pula. Tabel 1, mengambarkan bidang pengujian kualitas lingkungan dan parameter yang harus dianalisis untuk jenis industri yang berbeda.

Jika parameter uji tidak tercantum pada baku mutu dalam peraturan perundang-undangan lingkungan hidup, maka petugas pengambil sampel harus mengetahui bahan baku dan proses produksi sebelum melakukan pengambilan sampel lingkungan. Selain itu, pengambilan sampel pendahuluan dan/atau keberadaan data sekunder akan sangat membantu petugas pengambil sampel dalam menentukan parameter lingkungan yang harus dianalisis.
[Continue reading...]

Wednesday, 14 May 2014

Pengendalian Mutu Pengambilan Sampel dan Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan Melalui Uji Blanko

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Untuk menjamin bahwa data hasil pengambilan sampel dan pengujian parameter kualitas lingkungan valid, maka setiap tahapan proses kegiatan harus dipantau melalui pengendalian mutu internal. Salah satu cara pendekatan yang digunakan adalah a hazard analysis. Pendekatan ini merupakan cara yang sangat sistematik untuk memastikan semua pengendalian yang diperlukan dengan menetapkan seluruh tahapan pada setiap proses pengambilan sampel dan pengujian parameter kualitas lingkungan. Setiap tahapan yang relevan harus diidentifikasi sumber-sumber penyebab yang memungkinkan timbulnya bahaya dan kemungkinan pengendaliannya sehingga dapat mencegah terulangnya kembali. Setelah didapatkan cara pengendalian yang sangat baik untuk dapat diterapkan dengan didasarkan pada efektifitas dan efisiensi sumber daya, maka pengendalian tersebut harus diterapkan serta didokumentasikan dan dilakukan pelatihan terhadap personil terkait.

Sedangkan pengendalian mutu di lapangan dan di laboratorium yang digunakan untuk mengetahui bias yang ditimbulkan karena kontaminasi, deteriorasi, maupun perubahan selama pengambilan dan pengujian di laboratorium adalah penggunaan blanko. Larutan blanko adalah air bebas analit yang diperlakuan sama dengan sampel. Jika dapat diterapkan larutan blanko diperlakukan mulai dari pretreatment - preparasi hingga analisis. Adapun persyaratan air distilat yang digunakan sebagai blanko, memenuhi syarat sebagai berikut:
[Continue reading...]

Monday, 12 May 2014

Administrasi dan Biaya Pengambilan Sampel

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi 
 
Administrasi Pengambilan Sampel
Ketika pengambilan sampel lingkungan dilakukan pada daerah yang mensyaratkan surat ijin masuk (atau sejenisnya), misalnya pada instalasi pengolahan air limbah industri, maka petugas pengambil sampel harus melengkapi administrasi sebelum pergi ke daerah tersebut. Jika tidak, petugas pengambil sampel mungkin akan menemui masalah tidak dapat masuk ke dalam pabrik. Selain itu, petugas pengambil sampel harus dilengkapi surat perintah tugas atau surat pengantar dari institusi yang berwenang dan ditunjukkan ke pihak pabrik untuk kelancaran administrasinya. Namun dalam hal ini, kadang kala pihak pabrik tidak mensyaratkan surat menyurat melainkan cukup konfirmasi melalui telepon. Apapun situasi dan kondisinya, administrasi pengambilan sampel lingkungan merupakan bagian dari perencanaan yang harus dipertimbangkan.

Sebagaimana diketahui bahwa pengambilan sampel lingkungan mempunyai resiko atau bahaya ketika dilakukan di sungai yang cukup besar, di laut, atau pada cerobong pabrik. Dengan demikian, disamping peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dipakai saat pengambilan sampel dilakukan, seorang petugas pengambil sampel lingkungan harus dilengkapi asuransi jiwa yang memadai. Ini diperlukan untuk memberikan rasa aman dan percaya diri bagi petugas pengambil sampel dalam melaksanakan tugasnya.
[Continue reading...]

Tuesday, 6 May 2014

Tujuan Pengambilan Sampel Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Penetapan tujuan pengambilan sampel merupakan hal yang sangat penting ketika menyusun perencanaan pengambilan sampel lingkungan. Tujuan yang ditetapkan merupakan suatu pernyataan yang jelas, ringkas dan harus tertuang dalam suatu dokumen perencanaan. Secara umum, tujuan pengambilan sampel lingkungan adalah untuk:

1)  Pengumpulan data rona awal lingkungan (exploratory)
Pengambilan sampel lingkungan dengan tujuan pengumpulan data rona awal lingkungan pada dasarnya untuk mengetahui informasi awal kualitas lingkungan pada daerah dan waktu tertentu. Pengambilan sampel ini dilakukan karena belum pernah dilakukan pengambilan sampel sebelumnya ataupun tidak adanya data sekunder pada daerah tersebut. Data yang diperoleh dari kegiatan pengambilan sampel ini dapat membantu memberikan gambaran tentang kualitas lingkungan pada situasi dan kondisi tertentu. Apabila diperlukan, data rona awal lingkungan tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembanding atau evaluasi kualitas lingkungan seiring dengan adanya perubahan yang diakibatkan oleh adanya dampak kegiatan di sekitar daerah tersebut.

Seringkali pengambilan sampel pendahuluan (preliminary sampling/screening) diperlukan pada pengumpulan data rona awal lingkungan. Tujuan pengambilan sampel pendahuluan adalah untuk membantu memberikan informasi awal tentang keberadaan suatu bahan pencemar atau polutan dengan nilai kadarnya. Pada saat melaksanakan pengambilan sampel pendahuluan, hal yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa seluruh tahapan proses pengambilan sampel dan pengukuran parameter lapangan dilakukan sebagaimana mestinya dan merupakan bagian dari perencanaan pengambilan sampel yang telah ditetapkan. Jika tidak, maka pengambilan sampel pendahuluan menghasilkan data yang tidak valid dan sia-sia belaka.

[Continue reading...]

Tuesday, 4 March 2014

Kebutuhan Bahan Kimia dan Peralatan Sampling Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

No.

Parameter


Bahan Kimia

Peralatan




1

Pengambilan contoh air permukaan
(SNI 6989.57:2008)
a) asam nitrat (HNO3)
a)  alat pengambil contoh air permukaan
b) natrium tiosulfit (Na2S2O3)
b) alat penyimpan contoh (min. 1 buah)
c) asam sulfat (H2SO4) pekat
c) alat penyaring (min. 1 buah)
d) natrium hidroksida (NaOH)
d) DO meter atau peralatan untuk metode Winkler (min. 1 buah)
e) asam klorida (HCl)
e) pH meter (min. 1 buah)
f) es
f) thermometer (min. 1 buah)
g) turbidimeter (min. 1 buah)
h) konduktimeter (min. 1 buah)
i) 1 set alat pengukur debit (min. 1 buah)
j) Global Positioning System (GPS)
(min. 1 buah)




2
Pengambilan contoh air tanah
(SNI 6989.58:20)
a) asam nitrat (HNO3)
a)  alat pengambil contoh air tanah
b) natrium tiosulfit (Na2S2O3)
b) alat penyimpan contoh
c) asam sulfat (H2SO4) pekat
c) alat penyaring
d) natrium hidroksida (NaOH)
d) DO meter atau peralatan untuk metode Winkler
e) asam klorida (HCl)
e) pH meter
f) es
f) thermometer
g) turbidimeter
h) konduktimeter
i) 1 set alat pengukur debit
j) Global Positioning System (GPS)
k) meteran (min. 1 buah)
l) water level meter atau tali yang dilengkapi pemberat dan terukur panjangnya (min. 1 buah)




3
Pengambilan contoh air limbah
(SNI 6989.59:2008)
a) asam nitrat (HNO3)
a)  alat pengambil contoh air limbah
b) natrium tiosulfit (Na2S2O3)
b) alat penyimpan contoh
c) asam sulfat (H2SO4) pekat
c) alat penyaring
d) natrium hidroksida (NaOH)
d) DO meter atau peralatan untuk metode Winkler
e) asam klorida (HCl)
e) pH meter
f) es
f) thermometer
g) turbidimeter
h) konduktimeter
i) 1 set alat pengukur debit
j) Global Positioning System (GPS)


[Continue reading...]

Akuntabilitas Data Pemantauan Kualitas Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Pemantauan lingkungan adalah pengulangan pengujian parameter lingkungan pada lokasi dan titik pengambilan sampel yang telah ditetapkan pada periode waktu tertentu. Hal ini berarti bahwa, data pemantauan lingkungan akan dapat dibandingkan ketika sampel lingkungan yang diambil dapat mewakili kondisi yang ada pada lokasi dan titik pengambilan sampel serta parameter yang sama untuk periode waktu tertentu. Pemantauan lingkungan mempunyai berbagai tujuan, antara lain: menghadapi masalah lingkungan global, penentuan status kualitas lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, penentuan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, penaatan peraturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, maupun kajian lingkungan hidup.

Mengingat pentingnya data hasil pemantauan dalam mendukung kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, maka data tersebut harus memiliki validitas yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum. Sehubungan dengan hal tersebut, validitas data hasil pemantauan lingkungan harus memiliki kelengkapan (completeness), kebenaran (correctness), dan kesesuaian (conformity) dalam pemenuhan persyaratan good environmental sampling practice dan good environmental laboratory practice berdasarkan ISO/IEC 17025: 2005 dan PERMENLH 06 Tahun 2009. Selain itu, pembinaan, pengawasan dan evaluasi yang dilakukan oleh lembaga yang independen dan kompeten dibidang laboratorium baik melalui pelatihan, bimbingan teknis, audit, asesmen atau program uji profisiensi menjadikan akuntabilitas pemantauan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab laboratorium tetapi secara moril lembaga tersebut ikut bertanggungjawab atas data pemantuan lingkungan.
[Continue reading...]

Monday, 3 March 2014

Kaidah Ilmiah dan Hukum dalam Pengambilan Sampel Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Data hasil pengujian parameter kualitas lingkungan haruslah dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun secara hukum, karena data tersebut dapat digunakan sebagai dasar perencanaan, evaluasi, maupun pengawasan yang sangat berguna bagi para pengambil keputusan, perencana, penyusun program baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah dalam menentukan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup. Selain itu, data hasil pengujian parameter kualitas lingkungan dapat dipakai sebagai informasi indikasi adanya pencemaran lingkungan pada daerah tertentu atau pembuktian kasus lingkungan dalam rangka penegakan hukum lingkungan.

Mengingat pentingnya data hasil pengujian parameter kualitas lingkungan tersebut, maka proses pengambilan sampel lingkungan yang merupakan langkah awal dalam menghasilkan data kualitas lingkungan harus mempertimbangkan kaidah-kaidah ilmiah dan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup yang berlaku.

Jika proses pengambilan sampel lingkungan dilakukan kurang tepat maka peralatan atau instrumen secanggih apapun yang digunakan untuk pengujian tidak dapat menghasilkan data yang menggambarkan kondisi kualitas lingkungan yang sesungguhnya kecuali data dari sampel yang diuji. Peralatan atau instrumen yang digunakan di laboratorium tidak dapat memanipulasi data karena ketertelusuran pengukuran dapat dibuktikan dengan rekaman yang ada.
[Continue reading...]

Friday, 28 February 2014

Aspek-aspek yang Harus Dipertimbangkan Dalam Sampling Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Jika pengambilan sampel tidak memenuhi kesesuaian terhadap kaidah-kaidah yang berlaku, maka langkah selanjutnya berupa pengawetan, transportasi, penyimpanan, preparasi, maupun pengujian di laboratorium akan sia-sia serta membuang waktu dan biaya. Filosofi jaminan mutu mempunyai makna bahwa setiap tahapan kegiatan tidak asal betul saja melainkan harus betul sejak awal diterapkan pada setiap proses, mulai perencanaan pengambilan sampel sampai penyusunan laporan pengujian termasuk interpretasi data hasil pengujian. Gambar 1.1 menjelaskan diagram alir perencanaan pengambilan sampel dalam pengujian parameter lingkungan yang harus dilakukan.

Untuk mendapatkan validitas data pengujian parameter kualitas lingkungan yang dapat dipercaya sesuai tujuan yang diharapkan, beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan sampel lingkungan, antara lain:

1. Lokasi dan titik pengambilan sampel
Dimana kita seharusnya mengambil sampel lingkungan yang dapat menggambarkan kondisi sesungguhnya pada daerah dan waktu tertentu? Pertanyaan sederhana ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan sampel yang representatif. Sebenarnya, tidak ada aturan yang pasti kecuali sejumlah panduan dalam pengertian “Lakukan” dan “Jangan Lakukan”. Sebelum menentukan lokasi dan titik pengambilan sampel lingkungan, maka perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a)    apa tujuan pengambilan sampel yang akan dilakukan?;
b)  adakah suatu lokasi dan titik yang telah ditentukan berdasarkan persyaratan legal atau ketentuan yang berlaku? Hal ini berkaitan dengan persyaratan perijinan, misalnya untuk rencana pengelolaan lingkungan (RKL) atau rencana pemantauan lingkungan (RPL) dalam dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL);
c) apakah lokasi dan titik pengambilan sampel dapat mewakili kondisi yang sebenarnya?;
d)    parameter apa yang akan dianalisis pada lokasi dan titik pengambilan sampel tersebut?;
e)  bagaimana lokasi dan titik pengambilan sampel dapat diketahui serta memastikan bahwa petugas pengambil sampel dapat kembali ke lokasi dan titik yang sama, atau mengarahkan orang lain ke lokasi dan titik tersebut? Hal ini umumnya diperlukan untuk program pemantauan lingkungan sehingga dapat diketahui kualitas lingkungan pada daerah dan periode waktu tertentu;
f)  apa yang harus direkam untuk menunjukkan mengapa lokasi dan titik tersebut dapat atau tidak dapat mewakili?

[Continue reading...]

Thursday, 27 February 2014

Permasalahan Pengambilan Sampel Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Pengambilan sampel dan pengujian parameter kualitas lingkungan merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah karena polutan lingkungan mempunyai sifat yang dinamis serta bermigrasi seiring dengan pengaruh situasi dan kondisi setempat. Karakteristik fisik matrik air, udara, tanah/sedimen, padatan/lumpur, atau cair; kondisi meteorologi; jumlah polutan yang ada; kecepatan lepasnya polutan ke lingkungan; sumber emisi atau effluen; sifat kimia, biologi dan fisika dari polutan; dan intervensi manusia sangat mempengaruhi cara serta kecepatan migrasi polutan lingkungan. Umumnya mekanisme migrasi polutan lingkungan terjadi melalui angin, hujan, air permukaan, air tanah, air laut, dan intervensi manusia yang berupa pipa limbah cair, drainase dan lain-lain.

Disamping faktor migrasi terhadap ruang dan waktu, konsentrasi parameter kualitas lingkungan yang berasal  dari air, udara maupun tanah umumnya rendah yaitu parts-per-million (ppm), parts-per-billion (ppb), atau bahkan parts-per-trillion (ppt) merupakan problem analitik yang sering muncul ketika menganalisis sampel lingkungan di laboratorium (Barcelona, 1988). Rendahnya konsentrasi sampel parameter kualitas lingkungan menyebabkan mudah mengalami degradasi, deteriorasi maupun kontaminasi dari berbagai sumber baik saat pengambilan sampel, perlakuan sampel di lapangan, transportasi, penyimpanan, preparasi, maupun analisis di laboratorium. Sementara itu, untuk mendapatkan sampel lingkungan yang homogen sebagimana kondisi yang sesungguhnya merupakan permasalahan yang sering muncul karena pengambilan sampel lingkungan dituntut representatif yaitu sampel yang diambil harus mewakili kumpulannya. Dengan sampel yang representatif maka data hasil pengujian dapat menggambarkan kualitas lingkungan yang mendekati kondisi sesungguhnya pada daerah dan waktu tertentu.

Untuk mengatasi permasalahan yang kompleks tersebut, bukan saja dibutuhkan peralatan pengambilan sampel yang memenuhi syarat serta personil yang  kompeten, namun juga prosedur dan teknik pengambilan sampel lingkungan serta sensitivitas dan selektifitas metode pengujian analitik termasuk pengendalian mutu dan jaminan mutu (QC/QA) baik di lapangan maupun di laboratorium. Selain itu, perencanaan dan pengambilan sampel yang representatif harus merupakan bagian integral dari suatu kegiatan pengujian parameter kualitas lingkungan.


[Continue reading...]
 
Copyright © . infolabling Anwar Hadi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger