Showing posts with label Sampling/Sampling Udara. Show all posts
Showing posts with label Sampling/Sampling Udara. Show all posts

Monday, 21 April 2014

Dokumen Perencanaan Pengambilan Sampel Udara

- 0 komentar

Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Sebagaimana halnya pada setiap kegiatan, perencanaan akan sangat membantu dalam memperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dalam hal mendapatkan validitas data hasil pengujian parameter udara yang dapat dipercaya, maka perencanaan yang merupakan persiapan awal dalam kegiatan pengambilan sampel udara mutlak diperlukan.

Perencanaan pengambilan sampel udara bertujuan, antara lain untuk:
a)    mengetahui dengan pasti dan menegaskan kembali tujuan pengambilan sampel udara;
b)   memutuskan apa yang harus dilakukan agar mencapai tujuan yang ditetapkan;
c)  mengetahui apa yang seharusnya dilakukan saat pengambilan sampel dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki termasuk segala urusan administrasi yang diperlukan, misalnya wewenang untuk memasuki suatu pabrik atau daerah tertentu;
d)   menyiapkan sumber daya yang diperlukan untuk pengambilan sampel udara;
e)  menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi saat pengambilan sampel termasuk tahap selanjutnya berupa penanganan sampel di lapangan, transportasi, preparasi, maupun analisis di lapangan atau di laboratorium.

Dengan perencanaan yang baik dan benar, maka akan diperoleh sampel udara yang representatif dan dapat menghindari kerusakan sampel yang diakibatkan oleh kontaminasi, degradasi, maupun deteriorasi sampai sampel tersebut dianalisis di laboratorium.
[Continue reading...]

Thursday, 27 March 2014

Lokasi Pengambilan Sampel Udara Roadside

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Roadside adalah tepi jalan raya yang dipengaruh langsung oleh pencemaran udara dari emisi sumber bergerak disebabkan kepadatan kendaraan lalu lintas yang relatif tinggi. Pemantauan daerah roadside umumnya ditentukan pada lokasi yang memiliki kadar polutan yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Indikasi yang dapat digunakan adalah kepadatan jumlah kendaraan bermotor yang melalui jalan raya tersebut, yaitu pada daerah:
a)        < 2.000 kendaraan bermotor per-hari;
b)        2.000 – 10.000  kendaraan bermotor per-hari;
c)        > 10.000 kendaraan bermotor pe-rhari
Selain kepadatan lalu litas, kecepatan rerata kendaraan juga perlu diketahui sebagai kelengkapan data lapangan. Saat melakukan pemantauan kualitas udara roadside, kondisi meteorologis yang perlu direkam meliputi arah angin, kecepatan angin, kelembaban dan temperatur.

Adapun persyaratan lokasi pengambilan sampel udara roadside sebagaimana persyaratan udara ambien, antara lain:
a)     tempatkan alat pengambil sampel pada daerah terbuka atau yang memiliki aliran udaranya bebas;
b)      hindari daerah dekat gedung, bangunan atau pepohonan yang dapat menimbulkan terjadinya proses absorpsi atau adsorpsi pencemar udara;
c)        hindari daerah dimana pengganggu bersifat kimia atau fisika dapat mempengaruhi pengukuran pencemar udara emisi kerndaraan bermotor, misalnya dapur restoran, pedagang dipinggir jalan, tempat pembuangan sampah atau sumber pencemar selain kendaraan bermotor.
[Continue reading...]

Monday, 24 March 2014

Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Udara Ambien

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Secara umum pengambilan sampel udara ambien diperuntukkan pada daerah pemukiman penduduk, perkantoran, kawasan sekitar industri atau daerah lain yang dianggap penting untuk mengetahui kualitas udara akibat dari suatu kegiatan tertentu. Kriteria daerah berikut ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan lokasi pengambilan sampel udara ambien, yaitu:
1)   daerah yang mempunyai konsentrasi pencemar tinggi;
2)   daerah dengan kepadatan penduduk tinggi;
3) daerah yang diperkirakan menerima paparan pencemar akibat emisi cerobong industri;
4) daerah proyeksi untuk menentukan dampak akibat perkembangan pembangunan mendatang; dan
5)   daerah sekitar lokasi penelitian yang diperuntukkan bagi kawasan studi
[Continue reading...]

Thursday, 6 March 2014

Lokasi Pengambilan Sampel Emisi Cerobong Industri

- 4 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi



Pengambilan sampel emisi cerobong industri mensyaratkan adanya sarana pendukung berupa tangga, lantai kerja, pagar pengaman dan aliran listrik yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1)        tangga besi dan selubung pengaman berupa pelat besi;
2)        lantai kerja dengan ketentuan sebagai berikut;
a)    dapat mendukung beban minimal 500 kilogram;
b)   keleluasaan kerja bagi minimal tiga orang;
c)    lebar lantai kerja terhadap lubang pengambilan sampel adalah 1,2 meter dan melingkari cerobong;
d)   pagar pengaman minimal setinggi satu meter;
e)    dilengkapi dengan katrol pengangkat alat pengambilan sampel.
3)        stop kontak aliran listrik yang sesuai dengan peralatan yang digunakan;
4)        penempatan sumber aliran listrik dekat dengan lubang pengambilan sampel;
5)        perlengkapan keamanan bagi petugas pengambil sampel.


Penentuan lokasi pengambilan sampel
Apabila sarana pendukung telah terpenuhi maka pemilihan lokasi pengambilan sampel yang ideal dilaksanakan pada posisi minimal 8 kali diameter cerobong dari gangguan bawah (hulu) dan 2 kali diameter dari gangguan atas (hilir). Jika lokasi pengambilan sampel tidak bisa memenuhi persyaratan di atas, maka lokasi pengambilan sampel dapat dilaksanakan minimal 2 kali diameter dari gangguan bawah (hulu) dan 0,5 kali diameter dari gangguan atas (hilir) dengan jumlah titik-titik lintas yang lebih banyak. 

Lokasi pengambilan sampel tersebut harus bebas dari sembarang gangguan aliran seperti bengkokan, ekpansi atau pengecilan aliran di dalam cerobong. Daerah ini dipilih karena merupakan lokasi representatif dimana gas dan partikulat dalam cerobong pada kondisi laminar. Gambar 1 menunjukkan penempatan lubang pengambilan sampel serta sarana pendukung yang harus dipenuhi.


Untuk cerobong pada aliran atas berdiameter dalam lebih kecil (d) dari diameter dalam aliran bawah (D) maka diameter ekivalen (De) harus ditentukan lebih dulu dengan perhitungan sebagai berikut:
                 
Keterangan:
      De = diameter ekuivalen
      D   = diameter dalam cerobong bawah
      d    = diameter dalam cerobong atas

Untuk cerobong berpenampang empat persegi panjang maka diameter ekuivalen (De) dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :
             
Keterangan :
      De = diameter ekuivalen
      L    = panjang cerobong
      W  = lebar cerobong
 
 Gambar 1: Penempatan lubang pengambilan sampel pada cerobong serta sarana pendukungnya



[Continue reading...]
 
Copyright © . infolabling Anwar Hadi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger