Showing posts with label Pengujian/Pengendalian Mutu. Show all posts
Showing posts with label Pengujian/Pengendalian Mutu. Show all posts

Tuesday, 22 May 2018

Buku Statistika Pengendalian Mutu Internal Telah Terbit........

- 28 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Buku Statistika Pengendalian Mutu Internal Telah Terbit........

Data hasil pengujian dapat dinyatakan memenuhi sasaran mutu data (data quality objective, DQO), jika data pengujian tersebut dapat memuaskan pelanggan dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis, sehingga akurasi dan presisi memenuhi batas keberterimaan. Selain itu, laporan hasil pengujian tersebut harus disertakan estimasi ketidakpastian dan mempunyai ketertelusuran pengukuran ke sistem satuan internasional, sehingga dapat dipertahankan secara ilmiah. Hal ini berarti bahwa seluruh metode dan prosedur terdokumentasi di laboratorium lingkungan harus komprehensif dan holistik mulai dari perencanaan pengambilan sampel, penanganan, perlakuan awal dan preparasi, pengujian, verifikasi dan validasi data, hingga pemberian laporan hasil pengujian ke pelanggan.
Salah satu tanggung jawab yang mendasar bagi laboratorium lingkungan adalah merencanakan serta menerapkan pengendalian mutu internal sehingga dapat menghasilkan data yang valid. Tujuan pengendalian mutu internal adalah untuk memastikan bahwa tahapan proses pengujian dapat berjalan secara efektif dan efisien dengan cara mengendalikan ketidaksesuaian yang potensial akan terjadi. Ketidaksesuaian yang harus dihindari dalam pengujian parameter kualitas lingkungan antara lain: pengoperasian peralatan yang tidak sesuai dengan instruksi kerja, peralatan ukur tidak dikalibrasi dan/atau uji kinerja, penerapan metode pengujian termasuk preparasi yang kurang tepat, kondisi akomodasi dan lingkungan pengujian yang kurang memadai, analis yang kurang kompeten, dan penggunaan bahan kimia yang tidak memenuhi persyaratan teknis.

Buku Statistika Pengendalian Mutu Internal – Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025: 2017 ini disusun sebagai salah satu rujukan penerapan pengendalian mutu internal untuk pemenuhan batas keberterimaan akurasi dan presisi hasil pengujian. Semoga buku ini dapat berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam penerapan pengendalian mutu internal laboratorium lingkungan maupun pembaca pada umumnya. Aamiien……….

Berrikut ini sinopsis buku tersebut:

 

[Continue reading...]

Wednesday, 28 September 2016

Pengendalian Mutu Non-numerical Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Pengendalian Mutu Non-numerical Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan

Secara umum pengendalian mutu non-numerical merupakan pemeriksaan sistem manajemen mutu secara menyeluruh. Penerapan pengendalian mutu non-numerical dilakukan melalui pendekatan a hazard analysis. Pendekatan ini merupakan cara yang sangat sistematik untuk memastikan semua pengendalian yang diperlukan dengan menetapkan seluruh tahapan ktitis pengambilan sampel dan pengujian. Identifikasi tahapan kritis dilakukan pada setiap proses operasional, mulai perencanaan pengambilan sampel hingga pelaporan hasil pengujian.
[Continue reading...]

Thursday, 8 September 2016

Pembuatan Larutan Bahan Kimia Secara Volumetri

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Pembuatan Larutan Bahan Kimia Secara Volumetri

Pengenceran larutan kimia dari kadar tinggi ke kadar rendah dapat dilakukan secara volumetri dengan mengunakan peralatan gelas yaitu pipet dan labu ukur. Hal yang perlu diperhatikaan saat melakukan pengenceran secara volumetri adalah peralatan gelas yang digunakan harus kelas A dan memiliki sertifikat kalibrasi dengan ketertelusuran ke sistem satuan internasional. Namun demikian, pipet dan labu tersebut perlu dilakukan verifikasi oleh laboratorium lingkungan untuk mengetahui variasi pengisian larutan dalam peralatan gelas dan pemuaian karena adanya perbedaan suhu.

[Continue reading...]

Monday, 18 July 2016

Penentuan Akurasi Melalui Perbandingan Dua Metode Pengujian

- 2 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Penentuan Akurasi Melalui Perbandingan Dua Metode Pengujian

Penentuan akurasi dapat dilakukan dengan membandingkan dua metode yang secara prinsip berbeda terhadap pengujian sampel yang sama. Penentuan dengan cara ini tidak dapat membuktikan metode pengujian mana yang lebih akurat, bila dibandingkan dengan metode pengujian lainnya. Penentuan perbandingan metode pengujian ini hanya menyatakan bahwa 2 kelompok hasil pengujian memiliki akurasi berbeda nyata atau tidak.
[Continue reading...]

Monday, 11 April 2016

BATAS KEBERTERIMAAN PRESISI BERDASARKAN HORRAT VALUE

- 27 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

BATAS KEBERTERIMAAN PRESISI BERDASARKAN HORRAT VALUE

Nilai %RPD dimungkinkan nol karena pengulangan hanya dilakukan secara duplikat atau duplo, namun untuk %RSD tidak mungkin nol karena minimal 3 pengulangan pengujian memiliki variasi ketidakstabilan dari berbagai sumber yang ada. Batasan reprodusibilitas dalam dan antar laboratorium menggunakan persamaan HORRAT, yaitu perbandingan antara nilai %RSD perhitungan dengan nilai %RSD prediksi, yang dirumuskan:
[Continue reading...]

Tuesday, 9 February 2016

Persyaratan Aquades dan Bahan Kimia di Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Persyaratan Aquades dan Bahan Kimia di Laboratorium Lingkungan

Bahan kimia yang meliputi, antara lain; reagen, pelarut dan gas serta bahan habis pakai yang digunakan untuk penerapan pengendalian mutu internal harus memenuhi spesifikasi teknis yang sesuai sebagaimana disyaratkan oleh metode pengujian yang digunakan. Grade bahan kimia yang digunakan untuk pengujian parameter kualitas lingkungan, anatara lain; pro analysis (p.a), pure chemical, high purity (HP), dan ultra high purity (UHP).
[Continue reading...]

Monday, 18 January 2016

Kompetensi Analis Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Kompetensi Analis Laboratorium Lingkungan

Adalah suatu kenyataan bahwa manajemen personil mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap validitas data hasil pengujian di laboratorium lingkungan. Bagaimana suatu laboratorium lingkungan melatih personilnya, serta bagaimana personil tersebut diperlakukan oleh pihak manajemen akan sangat mempengaruhi mutu kerja yang berakibat pada data hasil pengujian parameter kualitas lingkungan. Karena itu, hubungan timbal balik dan kerja sama antara semua personil dalam suatu organisasi laboratorium lingkungan harus dipelihara dan ditingkatkan.
[Continue reading...]

Thursday, 7 January 2016

Pengertian Jaminan Mutu dan Pengendaian Mutu Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Pengertian Jaminan Mutu dan Pengendaian Mutu
Laboratorium Lingkungan


Data hasil pengujian dapat dinyatakan memenuhi sasaran mutu data (data quality objective, DQO), jika data pengujian tersebut dapat memuaskan pelanggan dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis, sehingga akurasi dan presisi memenuhi batas keberterimaan. Selain itu, hasil pengujian tersebut harus disertakan estimasi ketidakpastian dan mempunyai ketertelusuran pengukuran ke sistem satuan internasional, sehingga dapat dipertahankan secara ilmiah. Hal ini berarti bahwa seluruh metode dan prosedur terdokumentasi di laboratorium lingkungan harus komprehensif dan holistik mulai dari perencanaan pengambilan sampel, penanganan, perlakuan awal dan preparasi, pengujian, verifikasi dan validasi data, hingga pemberian laporan hasil pengujian ke pelanggan. Dengan kata lain, laboratorium harus selalu menerapkan, memelihara dan mengembangkan pengendalian mutu (quality control, QC) dan jaminan mutu (quality assurance, QA) dalam setiap kegiatan pengujiannya.
[Continue reading...]

Tuesday, 7 July 2015

Kesalahan Acak dan Kesalahan Sistematika (Systematic and Random Error)

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Kesalahan Acak dan Kesalahan Sistematika (Systematic and Random Error)

Kesalahan acak (random error) berasal dari pengaruh faktor-faktor yang tidak dapat diperkirakan atau diprediksi dan hanya bersifat sementara. Kesalahan acak terjadi secara kebetulan atau tanpa disengaja dan bervariasi dari pengujian ke pengujian lainnya. Kesalahan acak sulit dihindari disebabkan oleh fluktuasi yang tidak dapat diduga. Sebab-sebab kesalahan acak tidak dapat diketahui dengan pasti tetapi merupakan bagian dari pengaruh yang memiliki kontribusi kesalahan dalam pelaksanaan pengujian. Kesalahan acak merupakan pengaruh yang sangat kecil dan tidak sama dalam setiap pelaksanaan pengujian, misalnya pengaruh fluktuasi tegangan listrik, suhu atau kelembaban kondisi akomodasi dan lingkungan pengujian. Karena itu, timbulnya kesalahan acak akan mempengaruhi presisi dari suatu hasil pengujian.
[Continue reading...]

Monday, 27 April 2015

Verifikasi Kurva Kalibrasi (calibration verification standard)

- 2 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Verifikasi Kurva Kalibrasi (calibration verification standard)

Verifikasi kurva kalibrasi standar (calibration verification standard, CVS) bertujuan untuk identifikasi kestabilan instrumen yang digunakan dan kemiringan (slope) kurva kalibrasi. CVS dilakukan dengan menggunakan bahan acuan bersertifikat (certified reference material, CRM) dan nilai konsentrasi yang diperoleh dari perhitungan kurva kalibrasi awal seharusnya masuk kedalam nilai rentang ketidakpastian yang tertera dalam setifikat CRM.
[Continue reading...]

Monday, 20 April 2015

Kontinuitas Kurva Kalibrasi Standar (continuing calibration standard, CCS atau laboratory control standard, LCS )

- 2 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Kontinuitas Kurva Kalibrasi Standar
(continuing calibration standard, CCS atau laboratory control standard, LCS )

Setelah kurva kalibrasi yang terbentuk memenuhi batas keberterimaan secara statistika yaitu linearitas diterima dengan koefisien regresi linear (r) ≥ 0,995 atau koefisien determinasi (R2) ≥ 0,990, maka sebelum sampel uji diukur, terhadap kurva kalibrasi tersebut dilakukan pengecekkan. Pengecekkan kurva kalibrasi dikenal dengan istilah kontinuitas kurva kalibrasi standar (continuing calibration standard, CCS atau laboratory control standard, LCS ). CCS atau LCS dilakukan dengan mengukur konsentrasi tengah larutan kerja yang independen pada kurva kalibrasi awal. CCS dimaksudkan untuk menjamin akurasi kurva kalibrasi standar dan dilakukan sesaat kurva kalibrasi terbentuk namun sebelum digunakan untuk pengujian sampel lebih lanjut.
[Continue reading...]

Thursday, 16 April 2015

Pembuatan Kurva Kalibrasi Awal (initial calibration curve)

- 5 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Pembuatan Kurva Kalibrasi Awal (initial calibration curve)

Dalam pembuatan kurva kalibrasi awal (initial calibration) digunakan seri larutan kerja yang berbeda konsentrasinya dan blanko sebagai kontrol. Semakin banyak deret konsentrasi larutan kerja yang digunakan untuk membuat kurva kalibrasi, maka secara statistika semakin baik persamaan regresi yang terbentuk. Namun demikian, semakin banyak deret konsentrasi larutan kerja, maka semakin menambah pekerjaan analis laboratorium.
[Continue reading...]

Tuesday, 7 April 2015

Uji Pencilan Linearitas Kurva Kalibrasi (Outlier test for linear calibration curve)

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Uji Pencilan Linearitas Kurva Kalibrasi
(Outlier test for linear calibration curve)

Ketika ada data dalam kurva kalibrasi nampak secara visual diduga pencilan atau outlier (data ke 4 dalam 1), maka hal tersebut harus dibuktikan secara statistika. Uji pencilan linearitas dilakukan sebagai upaya pencegahan penggunaan kurva kalibrasi yang tidak memenuhi batas keberterimaan secara teknis. Jika data kalibrasi yang diduga terbukti merupakan pencilan, maka data tersebut harus diulang hingga memenuhi batas keberterimaan secara statistika.
[Continue reading...]

Monday, 9 March 2015

Tingkat Kepercayaan Laporan Hasil Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan

- 6 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Tingkat Kepercayaan Laporan Hasil Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan

Laporan hasil pengujian parameter kualitas lingkungan dipengaruhi oleh rerata, simpangan baku, jumlah pengulangan dan tingkat kepercayaan tertentu yang umumnya dinyatakan dalam 95% atau α = 0,05. Sehubungan dengan penyajian laporan hasil pengujian menggunakan tabel t-student, maka derajat kebebasan (degrees of freedom, df) dinyatakan sebagai df = n – 1, dimana n merupakan pengulangan pengujian. Untuk mendapatkan nilai ttabel, maka dapat menggunakan tabel t-student dari tabel distribusi normal dengan tingkat kepercayaan 95% atau menggunakan program excel dengan mengetik =TINV(α, n-1). Bila hasil pengujian dilambangkan dengan μ, maka laporan hasil pengujian dilaporkan dengan mengikuti persamaan sebagaimana dibawah ini:
[Continue reading...]

Friday, 6 June 2014

Peningkatan Berkelanjutan melalui Evaluasi Bagan Kendali (Control Chart) Gabungan Akurasi - Presisi

- 2 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Bila akurasi dan presisi sekumpulan data hasil pengujian telah didapatkan oleh suatu laboratorium, maka data tersebut dapat dibuat bagan kendali gabungan akurasi – presisi (Tabel 1). Bagan kendali ini menunjukkan secara bersamaan tingkat akurasi dan presisi dari suatu hasil pengujian parameter kualitas lingkungan (Gambar 1).
[Continue reading...]

Wednesday, 4 June 2014

Bagan Kendali (Control Chart) Akurasi dan Presisi Hasil Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Secara prinsip penerapan bagan kendali dalam pengendalian mutu internal adalah untuk mengendalikan akurasi dan presisi sehingga tetap dalam batas keberterimaan yang telah ditetapkan dan menghindari kecenderungan khusus yang ada. Dua tipe bagan kendali yang umum digunakan dalam laboratorim lingkungan adalah bagan kendali akurasi (accuracy means chart) dan bagan kendali presisi (precision range chart).  

Bagan Kendali Akurasi
Bagan kendali akurasi sering diungkapkan dalam rerata (x-chart) ataupun persen uji temu balik (recovery test, %R-chart). Langkah awal membuat bagan kendali akurasi adalah hitung rerata dan simpangan baku (sd) terhadap minimal 15 data hasil pengujian secara independen. Garis pusat (central line) bagan kendali merupakan nilai dari rerata yang diperoleh dari sejumlah data hasil pengujian. Batas peringatan atas dan bawah ditentukan pada daerah retata ± 2sd, sedangkan batas tindakan atas dan bawah dibatasi pada daerah rerata ± 3sd. Bagan kendali akurasi (%R-chart) diterapkan untuk pengujian temu balik (%R) baik secara teknik spiking atau memperlakukan bahan acuan bersertifikat (certified reference material, CRM) sebagaimana sampel uji (Tabel 1). Sedangkan bagan kendali akurasi (x-chart) digunakan untuk mengetahui stabilitas konsentrasi, antara lain CRM, larutan kerja, calibration check standard dan reagent blanks (Tabel 2).
[Continue reading...]

Monday, 2 June 2014

Interpretasi Bagan Kendali (Control Chart) Pengujian Paremater Kualitas Lingkungan

- 11 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Tujuan pembuatan bagan kendali adalah untuk menentukan data hasil pengujian parameter kualitas lingkungan sepanjang waktu berada pada pengendalian statistika (statistical control). Karena itu, data hasil pengujian independen berikutnya yang memiliki matrik yang sama diharapkan terdistribusi secara acak (random) berada dekat rerata data hasil pengujian. Sehubungan dengan hal tersebut, rerata data hasil pengujian merupakan garis pusat (GP) dan disebut juga nilai target (target value).

Jika diasumsikan bahwa data hasil pengujian yang diplotkan ke bagan kendali merupakan distribusi normal, maka probabilitas pola sebaran data hasil pengujian mengikuti kurva distribusi normal (Gambar 1). Dengan demikian, diharapkan 68,27% atau 2/3 data hasil pengujian yang diplotkan ke bagan kendali seharusnya berada di daerah informasi yaitu rerata (x) ± 1 standar deviasi.
[Continue reading...]

Sunday, 1 June 2014

Bagan Kendali (Control Chart) Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Bagan kendali (control chart) merupakan perangkat statistika yang digunakan dalam penerapan pengendalian mutu internal (internal quality control, IQC) pengujian paramater kualitas lingkungan. Bagan kendali menggambarkan suatu grafik yang mendemonstrasikan pengendalian secara statistika, pemantauan proses pengujian, identifikasi akar penyebab permasalahan dalam pengujian dan secara umum dapat membantu dalam peningkatan berkelanjutan. Dengan menerapkan bagan kendali maka konsistensi stabilitas hasil suatu proses kegiatan pengujian dapat dikendalikan sepanjang waktu. 

Proses stabilitas yang ditunjukkan dalam bagan kendali diartikan sebagai suatu keadaan dimana data hasil pengujian berada dalam batas tindakan (control/action limit) yang dibatasi ± 3 standar deviasi (sd) dari garis tengah (central line). Batas tindakan mewakili batasan yang diharapkan dari suatu proses pengendalian statistika. Ketika data hasil pengujian berada dalam pengendalian statistika maka hal ini berarti segala sesuatu yang mempengaruhi data hasil pengujian memenuhi batas keberterimaan yang telah ditentukan. Namun, bila terjadi suatu hasil pengujian diluar batas keberterimaan yang telah ditentukan maka segera mungkin pengujian dihentikan dan mengidentifkasi akar penyebab permasalahan serta dilakukan pengujian ulang jika diperlukan.
[Continue reading...]

Friday, 21 March 2014

Linearitas Kurva Kalibrasi Parameter Kualitas Lingkungan

- 53 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Linearitas Kurva Kalibrasi Parameter Kualitas Lingkungan

Penentuan kadar analit dalam sampel lingkungan secara kuantitatif dengan menggunakan instrumentasi kimia secara umum dapat dilakukan melalui kurva kalibrasi yang memiliki linearitas memenuhi batas keberterimaan. Kurva kalibrasi merupakan grafik yang membentuk garis lurus (linear) yang menyatakan hubungan antara kadar larutan kerja termasuk blanko dengan respon yang proporsional dari instrumen.
[Continue reading...]

Monday, 17 March 2014

Presisi Hasil Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan

- 4 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Presisi merupakan tingkat kedapatulangan suatu rangkaian hasil pengujian diantara hasil-hasil itu sendiri. Presisi dipengaruhi oleh kesalahan acak diantaranya:
a)    ketidakstabilan instrumen;
b)   variasi kondisi akomodasi dan lingkungan pengujian;
c)    variasi bahan kimia; dan
d)   variasi kompetensi personil laboratorium.

Penentuan presisi meliputi repeatability, reproducibility within laboratory dan reproducibility between laboratories dengan rangkuman sebagaimana Tabel 1.
[Continue reading...]
 
Copyright © . infolabling Anwar Hadi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger