Tuesday, 7 July 2015

Kesalahan Acak dan Kesalahan Sistematika (Systematic and Random Error)

Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Kesalahan Acak dan Kesalahan Sistematika (Systematic and Random Error)

Kesalahan acak (random error) berasal dari pengaruh faktor-faktor yang tidak dapat diperkirakan atau diprediksi dan hanya bersifat sementara. Kesalahan acak terjadi secara kebetulan atau tanpa disengaja dan bervariasi dari pengujian ke pengujian lainnya. Kesalahan acak sulit dihindari disebabkan oleh fluktuasi yang tidak dapat diduga. Sebab-sebab kesalahan acak tidak dapat diketahui dengan pasti tetapi merupakan bagian dari pengaruh yang memiliki kontribusi kesalahan dalam pelaksanaan pengujian. Kesalahan acak merupakan pengaruh yang sangat kecil dan tidak sama dalam setiap pelaksanaan pengujian, misalnya pengaruh fluktuasi tegangan listrik, suhu atau kelembaban kondisi akomodasi dan lingkungan pengujian. Karena itu, timbulnya kesalahan acak akan mempengaruhi presisi dari suatu hasil pengujian.

Sedangkan kesalahan sistematika (systematic error) merupakan kesalahan yang berasal dari pengaruh-pengaruh yang dapat diketahui dengan pasti atau ditimbulkan oleh adanya faktor tetap yang mengakibatkan hasil pengujian cenderung lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai sebenarnya (true value). Berbagai sebab dapat mengakibatkan timbulnya kesalahan sistematika, seperti kelemahan metode pengujian, kondisi akomodasi dan lingkungan pengujian, kurang kompetennya personil laboratorium, ketidakstabilan peralatan atau instrumentasi, atau bahan standar yang tidak mampu telusur ke standar pengukuran nasional atau internasional. Kesalahan-kesalahan tersebut tidak mempengaruhi penyebaran data, tetapi akan menunjukkan bias rerata hasil pengujian sehingga kesalahan sistematika akan mempengaruhi akurasi suatu hasil pengujian. Bias merupakan deviasi yang terjadi secara konsisten terhadap hasil pengujian dari nilai benar yang disebabkan kesalahan sistematika. Gambar dibawah ini memberikan ilustrasi akurasi dan presisi dari suatu hasil pengujian.

Jika persyaratan suatu metode pengujian telah ditetapkan memiliki batas keberterimaan presisi (%RPD) ≤ 10% dan akurasi (%R) 100% ± 15%, maka untuk memahami ilusrasi gambar tersebut diatas, berikut ini gambaran perbedaan akurasi dan presisi hasil pengujian secara duplo terhadap CRM yang memiliki nilai benar 5 mg/L yang diperlakukan sebagaimana contoh uji:

0 komentar:

Post a comment

 
Copyright © . infolabling Anwar Hadi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger