Showing posts with label Sampling/Sampling Air. Show all posts
Showing posts with label Sampling/Sampling Air. Show all posts

Friday, 3 October 2014

Teknik Pengambilan Sampel Air Tanah

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Teknik Pengambilan Sampel Air Tanah

Jika lokasi pemantauan kualitas air tanah telah ditetapkan berdasarkan tujuannya, maka sumur pantau yang digunakan harus diketahui titik ordinatnya dengan Global Positioning System (GPS) untuk memudahkan identifikasi dan pemetaan yang benar. Pengambilan sampel air sumur dibedakan sebagai berikut:
1)   untuk sumur gali, sampel diambil pada kedalaman 20 cm di bawah permukaan air dan/atau 20 cm diatas dasar sumur dengan memperhatikan jangan sampai endapan dasar sungai/sedimen tidak terambil;
2)   untuk sumur bor dengan pompa tangan atau mesin, sampel diambil dari kran atau mulut pompa tempat keluarnya air.
[Continue reading...]

Thursday, 24 April 2014

Dokumen Perencanaan Pengambilan Contoh Air

- 2 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

ISO/IEC 17025 butir 5.7.1 tentang “Persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi” menyatakan bahwa laboratorium harus mempunyai rencana dan prosedur pengambilan contoh bila melaksanakan pengambilan contoh. Rencana dan prosedur pengambilan contoh harus tersedia di lokasi tempat pengambilan contoh dilakukan. Rencana pengambilan contoh tersebut harus, bila beralasan, didasarkan pada metode statistik yang sesuai. Proses pengambilan contoh harus ditujukan pada faktor-faktor yang harus dikendalikan untuk memastikan keabsahan hasil pengujian.

Sedangkan Lampiran I huruf J dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 06 Tahun 2009 tentang Laboratorium Lingkungan, dinyatakan bahwa laboratorium lingkungan yang melakukan pengambilan contoh uji parameter lingkungan harus mempunyai rencana dan prosedur, yang meliputi sekurang-kurangnya:
a)    tujuan pengambilan contoh uji;
b)   ruang lingkup pengujian dan parameter yang diuji;
c)    tanggal dan nama petugas pengambilan contoh uji ;
d)   pencucian dan kalibrasi peralatan pengambilan contoh uji;
e)   jumlah, jenis, ukuran dan pencucian wadah contoh uji;
f)     jumlah, ukuran dan perlakuan contoh uji ;
g)    waktu, lokasi dan titik pengambilan contoh uji ;
h)   cara pengambilan contoh uji (sesaat, gabungan waktu, gabungan tempat, terpadu, berkelanjutan, khusus berdasarkan ketersediaan contoh uji);
i)     jaminan mutu dan pengendalian mutu (blanko, split dan duplikat);
j)    pengamanan contoh uji (identifikasi/pengkodean  contoh uji, pengemasan dan penyegelan wadah contoh uji).
[Continue reading...]

Tuesday, 8 April 2014

Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Air Muara dan Air Laut

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Pengambilan sampel air muara dan air laut lebih komplek bila dibandingkan dengan pengambilan sampel air sungai maupun air danau/waduk. Hal ini disebabkan kualitas air muara sangat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain: pasang-surut, arus, musim, jenis kegiatan di sekitar muara dan debit air sungai. Sedangkan kualitas air laut sangat dipengaruhi oleh suhu, salinitas arah angin dan arus laut. Pada lokasi yang sama, nilai salinitas air muara pada saat surut dapat mencapai 0,5 PSU (practical salinity unit, ‰) sedangkan pada saat pasang nilai salinitasnya 5 PSU. Perbedaan nilai salinitas ini dipengaruhi oleh seberapa besar air sungai atau air laut yang dominan pada daerah muara. Semakin besar air laut yang masuk ke aliran sungai maka nilai salinitasnya akan semakin besar, begitu juga sebaliknya.

Penentuan lokasi pengambilan sampel
Apabila pengambilan sampel dilakukan pada lokasi yang sama namun mempunyai nilai salinitas yang berbeda disebabkan waktu pasang-surut, maka data kualitas air muara tersebut tidak dapat dibandingkan. Perbedaan nilai salinitas pada lokasi yang sama akan menyebabkan perbedaan matrik maupun karakteristik kimiawi air muara. Penentuan lokasi pengambilan sampel didasarkan pada perbedaan nilai salinitas yang menunjukkan perbedaan ekosistem aquatik di air laut (Gambar 1).
a)    tidal zone (daerah pasang surut)     : 0,0 – 0,5 PSU
b)   oligohaline (estuari/muara)              : 0,5 – 5,0 PSU
c)    mesohaline (pantai)                             : 5,0 – 18,0 PSU
d)   polyhaline (laut)                                   : 18,0 – 30,0 PSU
e)    euhaline (samudra)                            : < 30,0 PSU
[Continue reading...]

Tuesday, 1 April 2014

Lokasi dan titik pengambilan sampel air danau/waduk

- 2 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Homogenitas air danau atau air waduk dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya bentuk danau maupun arah angin. Ketika aliran air sungai masuk ke danau maka akan terjadi pencampuran pada daerah tersebut. Cekungan yang terisolasi akan mempunyai kualitas air yang berbeda dengan bagian danau lainnya. Sebagai contoh, jika angin berhembus hanya mengarah pada salah satu sudut danau/waduk maka ada kemungkinan terjadi konsentrasi alga pada sudut danau/waduk tersebut yang akan mengakibatkan kualitas air pada daerah tersebut berbeda dengan bagian lainnya. Gambar 1 mengilustrasikan lokasi pengambilan sampel air danau/waduk.

Penentuan lokasi pengambilan sampel air danau/waduk diutamakan pada:
a)  daerah masuknya air sungai ke danau/waduk. Penentuan lokasi ini untuk mengetahui kualitas air danau/waduk oleh masuknya air sungai ke badan air danau/waduk;
b)   pada bagian tengah danau/waduk untuk mengetahui kualitas air danau/waduk pada umumnya;
c)  daerah pemanfaatan air danau/waduk yaitu lokasi tertentu dimana air danau/waduk dimanfaatkan untuk bahan baku air minum, perikanan, pertanian, pembangkit listrik tenaga air, dan lain sebagainya. Penentuan lokasi ini untuk mengetahui kualitas air danau/waduk yang akan dimanfaatkan untuk suatu aktifitas tertentu;
d)  daerah keluarnya air danau/waduk. Penentuan lokasi ini untuk mengetahui kualitas air danau/waduk secara keseluruhan bila dibandingkan dengan daerah masuknya air ke danau/waduk.
[Continue reading...]

Thursday, 20 March 2014

Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Air Sungai

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Penentuan lokasi pengambilan sampel air sungai
Pengambilan sampel dan pengujian air sungai bertujuan, antara lain untuk:
a)  mengetahui kualitas air sungai sehingga dapat ditentukan peruntukannya sebagai air minum, air untuk rekreasi, air untuk industri, air untuk perikanan, atau air untuk pertanian;
b)   pembuktian adanya pencemaran sehingga dapat dilakukan pengendaliannya;
c)    dasar penetapan kebijakan pengelolaan air sungai.

Setelah menetapkan tujuan sebagaimana tersebut diatas, maka langkah awal dalam penentuan lokasi pengambilan sampel air sungai adalah mengetahui tentang geografi yang menggambarkan aliran sungai serta aktifitas yang ada di sekitar daerah aliran sungai. Secara umum, penentuan lokasi pengambilan sampel air sungai adalah:
a) daerah hulu atau pada air sumber alamiah yaitu lokasi yang belum terjadi pencemaran. Penentuan lokasi ini untuk identifikasi kondisi asal atau base line dari sistem tata air;
b) daerah pemanfaatan air sungai yaitu suatu lokasi dimana air sungai akan dimanfaatkan untuk bahan baku air minum, air untuk rekreasi, industri, perikanan, pertanian dan lain-lain. Penentuan lokasi ini untuk mengetahui kualitas air sebelum dipengaruhi suatu aktifitas;
c)  daerah yang potensial sebagai penerima kontaminan yaitu lokasi yang mengalami perubahan kualitas air disebabkan setelah adanya aktifitas industri, pertanian, domestik dan lain sebagainya. Penentuan lokasi ini untuk mengetahui pengaruh aktifitas yang ada dengan penurunan kualitas air sungai;
d)   daerah pertemuan dua sungai atau lokasi masuknya anak sungai. Penentuan lokasi ini diperlukan apabila antara sungai dan anak sungai terdapat aktifitas yang masing-masing mempunyai pengaruh terhadap penurunan kualitas air sungai.
e)  daerah hilir atau muara yaitu daerah pasang-surut pertemuan antara air sungai dengan air laut. Penentuan lokasi ini untuk mengetahui kualitas air sungai secara keseluruhan. Apabila data hasil pengujian yang diperoleh pada daerah hilir dibandingkan dengan daerah hulu maka evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan kebijakan pengelolaan kualitas air sungai terpadu (one river one management).
[Continue reading...]

Friday, 7 March 2014

Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Air Tanah

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Aquifer adalah suatu lapisan di bawah permukaan tanah yang mengandung bebatuan, pasir atau kerikil dan mempunyai porositas serta permeabilitas sehingga dapat menyimpan dan mengalirkan air tanah. Sehubungan dengan hal tersebut, kecepatan alir air tanah lebih lambat dari kecepatan alir air permukaan. Rentang kecepatan alir air tanah sangat bervariasi dari beberapa millimeter sampai beberapa meter per hari. selain kecepatan alir air tanah, kemampuan prediksi arah sebaran sangat penting diketahui untuk menentukan pergerakan polutan dalam tanah.

Lokasi pengambilan sampel
Pendekatan yang sering digunakan dalam pemantauan kualitas air tanah adalah melakukan pengambilan dan menganalisis sampel air sumur pantau yang ada. Apabila di suatu daerah pemantauan tidak ditemukan sumur pantau, maka harus diusahakan pembuatan sumur pantau terlebih dahulu. Secara umum, lokasi pemantauan kualitas air tanah ditujukan pada sumur pantau di daerah sekitar pemanfaatan:
1)        penduduk yang menggunakan air tanah/sumur untuk keperluan sehari-hari termasuk untuk air minum;
2)        penimbunan atau pembuangan akhir sampah perkotaan;
3)        pertanian yang intensif menggunakan pestisida;
4)        kawasan industri atau kawasan pertambangan;
5)        wilayah pesisir dimana terjadi penyusupan air laut;
6)        tempat lain yang dianggap perlu.
[Continue reading...]

Tuesday, 4 March 2014

Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Air Limbah

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Air limbah atau limbah cair industri adalah limbah berupa cairan yang keluar dari setiap tahap proses produksi berupa air sisa, air bekas pakai proses produksi termasuk bekas pencucian peralatan dari suatu kegiatan industri. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup, air limbah industri harus dipantau setiap waktu yang ditetapkan. Lokasi pemantauan dan titik pengambilan sampel air limbah harus representatif sehingga data yang diperoleh dapat menggambarkan kualitas air limbah yang akan disalurkan ke perairan penerima. Gambar 1 memberikan ilustrasi lokasi dan titik pengambilan sampel air limbah industri.

[Continue reading...]
 
Copyright © . infolabling Anwar Hadi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger