Showing posts with label ISO/IEC 17025/Persyaratan Manajemen. Show all posts
Showing posts with label ISO/IEC 17025/Persyaratan Manajemen. Show all posts

Wednesday, 7 June 2017

Menerapkan Pemikiran Berbasis Risiko di Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Menerapkan Pemikiran Berbasis Risiko di Laboratorium Lingkungan


Pada dasarnya, pemikiran berbasis risiko tidak sekedar mengganti persyaratan tindakan perbaikan dalam versi ISO/IEC 17025 edisi sebelumnya, tetapi juga mencakup peningkatan berkelanjutan. Bila dikaitkan dengan konsep manajemen risiko (risk management) yang sedang berkembang saat ini, maka risiko dibagi menjadi tiga jenis, yaitu risiko karena ketidakpastian, risiko karena bahaya, dan risiko karena peluang.
Bila dikaitkan dengan pembagian jenis resiko tersebut, maka penyandingan resiko dan peluang dalam DIS ISO/IEC 17025 (2017) versi terbaru dapat diartikan bahwa laboratorium perlu mengidentifikasi adanya peluang - peluang dan menganalisis resiko, baik risiko karena mengambil peluang maupun risiko bila tidak mengambil peluang yang ada. Tahapan penerapan tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang, adalah sebagai berikut:

[Continue reading...]

Wednesday, 24 May 2017

Prosedur Pengendalian Rekaman Sesuai ISO/IEC 17025

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Prosedur Pengendalian Rekaman Sesuai ISO/IEC 17025

Prosedur pengendalian rekaman ditetapkan, diterapkan dan dipelihara oleh seluruh personel di semua tingkatan organisasi laboratorium bertujuan untuk mengendalikan rekaman teknis dan rekaman mutu yang merupakan bagian dari penerapan sistem manajemen mutu laboratorium. Prosedur pengendalian rekaman meliputi, antara lain:
[Continue reading...]

Thursday, 2 March 2017

Analisis Ketidakberpihakan Personel Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

                     Analisis Ketidakberpihakan Personel Laboratorium Lingkungan

Bila laboratorium merupakan bagian dari suatu organisasi yang melakukan kegiatan selain pengujian parameter kualitas lingkungan, maka tanggung jawab personel inti didalam organisasi yang mempunyai keterlibatan atau pengaruh pada kegiatan pengujian tersebut harus ditetapkan untuk mengidentifikasi pertentangan kepentingan yang potensial. Jika laboratorium merupakan bagian dari suatu organisasi yang lebih besar, pengaturan organisasi hendaknya dilakukan sedemikian rupa agar bagian yang mempunyai pertentangan kepentingan, misalnya, pemasaran atau keuangan, tidak berpengaruh buruk pada kesesuaian ISO/IEC 17025.
[Continue reading...]

Wednesday, 23 September 2015

Prinsip Dasar Dokumentasi Mutu dan Rekaman di Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Prinsip Dasar Dokumentasi Mutu dan Rekaman di Laboratorium Lingkungan

Persepsi yang sering terjadi bahwa rekaman staf berupa buku kerja harus bersih, tidak ada coretan, serta menghindari perhitungan “cakar ayam” adalah kurang benar. Mereka menggunakan kertas buram untuk mencatat data pengujian parameter kualitas lingkungan, pengamatan orisinil, perhitungan, dan  setelah yakin bahwa jawaban yang diperoleh benar, barulah magic numbers itu dituliskan dalam buku kerja yang kemudian dituangkan dalam dokumen pengujian. Idealnya, pencatatan harus setepat mungkin sejak awal, tetapi perlu diingat bahwa fungsi dari catatan atau rekaman adalah untuk mendokumentasikan apa yang diperoleh dari perhitungan atau pengamatan orisinil tanpa direkayasa. Pengamatan, pencatatan data, perhitungan harus direkam pada saat pengujian dilakukan serta dapat diidentifikasi untuk pekerjaan tersebut.
[Continue reading...]

Friday, 28 August 2015

Prosedur Pengendalian Rekaman Mutu dan Teknis Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Prosedur Pengendalian Rekaman Mutu dan Teknis Laboratorium Lingkungan

Prosedur pengendalian rekaman mutu dan teknis ditetapkan, diterapkan dan dipelihara oleh seluruh personil di semua tingkatan organisasi laboratorium lingkungan bertujuan untuk mengendalikan rekaman teknis dan rekaman mutu yang merupakan bagian dari penerapan sistem manajemen mutu laboratorium. Prosedur pengendalian rekaman meliputi antara lain:
[Continue reading...]

Thursday, 13 August 2015

REKAMAN MUTU DAN TEKNIS LABORATORIUM LINGKUNGAN

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi 
REKAMAN MUTU DAN  TEKNIS
LABORATORIUM  LINGKUNGAN


Bila seorang auditor, asesor atau pelanggan yang memahami tentang pengujian parameter kualitas lingkungan dapat menyimpulkan apa yang telah dilakukan dan bagaimana hasil pengujian yang diperoleh oleh suatu laboratorium setelah memeriksa rekaman yang ada, maka sistem rekaman dan dokumentasi di laboratorium tersebut baik dan benar. Hal ini disebabkan, rekaman adalah satu-satunya bukti bahwa laboratorium telah melakukan kegiatan pengujian. Selain itu, informasi dalam rekaman sangat penting untuk ketertelusuran ulang sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan dan tindakan perbaikan atau pencegahan yang tepat dapat dilakukan. Meremehkan rekaman data serta sistem dokumentasi merupakan kesalahan yang fatal bagi laboratorium. Karena itu, tiap laboratorium harus memiliki dan mengembangkan sistem rekaman dan dokumentasi yang sesuai dengan kebutuhannya dalam menerapkan praktek berlaboratorium yang baik dan benar.
[Continue reading...]

Thursday, 18 June 2015

Peningkatan Berkelanjutan Berkaitan dengan Aspek Manajemen dan Administrasi di Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Peningkatan Berkelanjutan Berkaitan dengan Aspek Manajemen dan Administrasi di Laboratorium Lingkungan

Peningkatan berkelanjutan berkaitan dengan aspek manajemen diawali dengan melakukan analisis dan evaluasi rekaman penerapan kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, tindakan perbaikan, tindakan pencegahan dan  kaji ulang manajemen. Ketika hasil analisis dan evaluasi menunjukkan bahwa efektifitas dan efisiensi penerapan faktor-faktor tersebut perlu ditingkatkan, maka manajer puncak dibantu para manajer lainnya menetapkan sasaran yang harus dicapai.
[Continue reading...]

Monday, 8 June 2015

Peningkatan Berkelanjutan Berkaitan dengan Aspek Teknis di Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Peningkatan Berkelanjutan Berkaitan dengan Aspek Teknis di Laboratorium Lingkungan

Berdasarkan sumber daya yang tersedia, suatu laboratorium lingkungan dapat menetapkan batas keberterimaan akurasi melalui uji temu balik (recovery test) yang dituangkan kedalam kartu kendali (control chart) untuk parameter tertentu. Bila laboratorium tersebut akan melakukan peningkatan dengan memperketat batas keberterimaan, maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah, sebagai berikut:
[Continue reading...]

Monday, 1 June 2015

Tahapan Peningkatan Berkelanjutan Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Tahapan Peningkatan Berkelanjutan Laboratorium Lingkungan

Ketika laboratorium lingkungan memiliki pemahaman bahwa mutu adalah suatu perjalanan bukan tujuan, maka laboratorium harus melakukan peningkatan berkelanjutan dari waktu ke waktu untuk mencapai kepuasan pelanggan atau pihak lain yang berkepentingan. Secara diagram perbaikan mutu melalui peningkatan berkelanjutan diilustrasikan sebagaimana dalam gambar dibawah ini:
[Continue reading...]

Monday, 25 May 2015

Peran Manajer Laboratorium Lingkungan dalam Peningkatan Berkelanjutan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Peran Manajer Laboratorium Lingkungan dalam Peningkatan Berkelanjutan

Sistem manajemen mutu laboratorium lingkungan akan mencapai keberhasilan jika kebijakan mutu, sasaran mutu, persyaratan pelanggan atau pihak lain yang berkepentingan, prosedur dan instruksi kerja yang telah ditetapkan diterapkan secara efektif serta efisien. Namun dalam kenyataannya, hal ini terkadang sulit dicapai karena personil laboratorium yang terlibat dalam penerapan sistem manajemen mutu terkadang tidak semuanya memiliki komitmen untuk memenuhi kebijakan mutu, sasaran mutu dan persyaratan pelanggan atau pihak lain yang berkepentingan. Selain itu, terkadang terjadi konflik kepentingan antar individu, kebingungan menetapkan skala prioritas pekerjaan, atau bahkan adanya hubungan pribadi yang kurang harmonis antar personil laboratorium. Ketika hal ini terjadi, maka peran para manajer sangat dibutuhkan untuk menghilangkan situasi dan kondisi dari keadaan tersebut dengan membangun komunikasi yang efektif.

Oleh sebab itu, manajer puncak harus mampu menjamin bahwa proses komunikasi yang tepat ditetapkan dalam laboratorium dan bahwa komunikasi memegang peranan dalam kaitannya dengan efektifitas sistem manajemen. Komunikasi dapat dilakukan antara lain dengan cara:
     a)   sosialisasi kebijakan mutu dan sasaran mutu yang berkaitan dengan peningkatan berkelanjutan dan efektifitas sistem manajemen kepada seluruh personil di semua tingkatan organisasi laboratorium;
    b)   semua personil laboratorium diikutsertakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kaji ulang manajemen; dan
    c)   melakukan pelatihan sistem manajemen termasuk permasalahan yang dihadapi oleh laboratorium.

Dengan menjalin komunikasi yang efektif, maka seluruh personil laboratorium dapat menyadari relevansi dan pentingnya kegiatan mereka dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam pencapaian tujuan sistem manajemen. Karena itu, manajer puncak harus mampu memberikan komitmen tentang pengembangan dan implementasi sistem manajemen dan meningkatkan efektifitasnya secara berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam:
     a)   pembuatan dan revisi panduan mutu;
    b)   memantau dan mengukur proses tahapan pekerjaan pengujian parameter kualitas lingkungan, tindakan perbaikan dan pengaduan pelanggan; serta
    c)   menggunakan tindakan perbaikan dan pencegahan untuk melakukan peningkatan yang diperlukan.

Selain itu, manajer puncak harus menjamin bahwa integritas sistem manajemen dipelihara pada saat perubahan terhadap sistem manajemen direncanakan dan diimplementasikan dengan cara:
   a)   mengkomunikasikan kepada organisasi mengenai pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan, demikian juga persyaratan perundang-undangan dan peraturan lainnya;
   b)   melibatkan semua pihak yang terpengaruh dalam membuat keputusan untuk melakukan perubahan; dan
    c)   perubahan yang dilakukan tidak menyebabkan hambatan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh laboratorium dan masih sesuai dengan persyaratan ISO/IEC 17025: 2005.
[Continue reading...]

Monday, 30 March 2015

Pengendalian Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan yang Tidak Sesuai

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Pengendalian Pengujian Parameter Kualitas Lingkungan yang Tidak Sesuai

Ketika aspek apapun dari pengujian parameter kualitas lingkungan yang dilakukan atau hasil yang diperoleh dari pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh laboratorium lingkungan atau persyaratan yang telah disetujui oleh pelanggan, maka pihak laboratorium lingkungan harus menerapkan suatu kebijakan dan prosedur untuk mengendalikannya.  
[Continue reading...]

Wednesday, 18 March 2015

Siklus Peningkatan Berkelanjutan Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Siklus Peningkatan Berkelanjutan Laboratorium Lingkungan

Kepuasan pelanggan hanya bisa dicapai bila laboratorium lingkungan mampu memenuhi kebutuhan dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh pelanggan, pihak lain yang berkepentingan, peraturan perundang-undangan dan standar sistem manajemen mutu atau standar-standar lain yang berlaku. Karena itu, laboratorium lingkungan harus meningkatkan efektivitas sistem manajemen secara berkelanjutan melalui penggunaan kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisis data, tindakan perbaikan dan pencegahan serta kaji ulang manajemen. Sehubungan dengan hal tersebut maka dibutuhkan peran para manajer untuk memotivasi dan menggerakkan personil laboratorium melakukan peningkatan berkelanjutan.
[Continue reading...]

Monday, 23 February 2015

Pemilihan Subkontraktor Laboratorium Lingkungan yang Kompeten

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Pemilihan Subkontraktor Laboratorium Lingkungan yang Kompeten

Tahapan Pemilihan Subkontraktor
Subkontraktor laboratorium lingkungan yang kompeten adalah laboratorium lingkungan yang berkesesuaian dengan standar sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025: 2005 dan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (PERMENLH) No. 06 Tahun 2009. Pemilihan subkontraktor yang kompeten dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1) adanya bukti sertifikat akreditasi yang masih berlaku dari badan akreditasi laboratorium yang independen baik dari dalam negeri maupun luar negeri dengan ruang lingkup pengujian sesuai dengan pekerjaan yang disubkontrakkan. Sertifikat akreditasi laboratorium tersebut harus mengacu kepada ISO/IEC 17025: 2005 dan PERMENLH No. 06 Tahun 2009.
   2) jika laboratorium lingkungan yang bertindak sebagai subkontraktor belum diakreditasi berdasarkan ISO/IEC 17025: 2005 dan registrasi sesuai PERMENLH No. 06 Tahun 2009 untuk pengujian yang disubkontrakkan, maka harus dilakukan audit laboratorium untuk mengetahui sistem manajemen mutu yang telah diterapkan serta unjuk kerjanya berkaitan dengan pengujian parameter kualitas lingkungan. Pelaksanaan audit laboratorium meliputi antara lain:
[Continue reading...]

Monday, 8 December 2014

Survey Kepuasan Pelanggan Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Survey Kepuasan Pelanggan Laboratorium Lingkungan

Untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan, laboratorium lingkungan dianjurkan melakukan survey kepuasan pelanggan. Melalui survei pelanggan pihak laboratorium berupaya untuk dapat mengumpulkan umpan balik baik positif maupun negatif dari pelanggan. Survey yang dilakukan untuk mengetahui berkaitan dengan persepsi pelanggan apakah pelayanan laboratorium telah memenuhi persyaratan pelanggan atau pihak yang berkepentingan. Selain itu, survey juga dapat digunakan untuk mengetahui kinerja pengujian parameter kualitas lingkungan.
[Continue reading...]

Monday, 24 November 2014

Alasan Subkontrak Pengujian Dilakukan oleh Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Alasan Subkontrak Pengujian Dilakukan oleh Laboratorium Lingkungan

Bila hasil kaji ulang baik secara administrasi maupun teknis menunjukkan bahwa laboratorium tidak dapat memenuhi permintaan, tender atau kontrak, maka dimungkinkan laboratorium melakukan subkontrak pekerjaan kepada subkontraktor kompeten yang telah memenuhi persyaratan ISO/IEC 17025: 2005. Jika subkontrak dilakukan karena suatu alasan tertentu, maka disarankan maksimum 50% dari pekerjaan yang diterima dari pelanggan. Hal ini untuk menghindari suatu laboratorium bertindak hanya sebagai perantara tanpa melakukan pengujian parameter kualitas lingkungan.
[Continue reading...]

Wednesday, 17 September 2014

Kaji Ulang Permintaan, Tender dan Kontrak Secara Teknis di Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Kaji  Ulang  Permintaan,  Tender  dan  Kontrak Secara Teknis di Laboratorium Lingkungan

Jika hasil kaji ulang secara administrasi menunjukkan bahwa laboratorium lingkungan memenuhi persyaratan yang ditentukan, maka manajer teknis melakukan kaji ulang secara teknis sebelum komitmennya untuk menerima permintaan, tender dan kontrak dari pelanggan yang bersangkutan. Kaji ulang secara teknis dilakukan untuk mengetahui kompetensi dan sumber daya laboratorium yang meliputi, antara lain:
[Continue reading...]

Thursday, 11 September 2014

Kaji Ulang Permintaan, Tender dan Kontrak Secara Administrasi di Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Kaji Ulang Permintaan, Tender dan Kontrak Secara Administrasi di Laboratorium Lingkungan

Untuk memastikan bahwa laboratorium lingkungan dapat melaksanakan kegiatan pengujian parameter kualitas lingkungan sesuai kebutuhan pelanggan atau pihak lain yang berkepentingan maka laboratorium harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk melakukan kaji ulang permintaan, tender dan kontrak. Kaji ulang adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kesesuaian, kecukupan dan keefektifan sumber daya laboratorium untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan sehingga dapat mencapai kebutuhan dan harapan pelanggan atau pihak yang berkepentingan.

[Continue reading...]

Wednesday, 25 June 2014

Pengendalian Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi


Pengesahan dan Penerbitan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu 

Seluruh personil di semua tingkatan organisasi laboratorium lingkungan dapat memprakasai adanya sebuah dokumen dalam rangka peningkatan sistem manajemen mutu laboratorium. Semua dokumen yang diterbitkan untuk personil di laboratorium yang merupakan bagian dari sistem manajemen mutu harus dikaji ulang dan disahkan oleh personel yang berwenang sebelum diterbitkan. Prosedur, instruksi kerja dan dokumen pendukung serta formulir terkait harus dikaji ulang oleh personil yang kompeten dan berwenang serta disahkan oleh manajer mutu. Sedangkan panduan mutu dikaji ulang oleh manajer mutu dan disahkan oleh manajer puncak. Dokumen yang telah disahkan didistribusikan ke personil laboratorium yang tepat. 
Untuk menghindari penggunaan dokumen yang tidak sah dan/atau kedaluwarsa, maka pengendali dokumen memelihara Daftar Induk Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu atau prosedur pengendalian dokumen yang setara, yang menunjukan status revisi yang terakhir dan distribusi dokumen dalam sistem manajemen. Adapun prosedur pengendalian dokumen yang diberlakukan di laboratorium dipastikan bahwa:
a)  edisi resmi dari dokumen yang sesuai tersedia di semua lokasi tempat dilakukan kegiatan penting bagi efektifitas fungsi laboratorium;
b) dokumen yang merupakan bagian dari sistem manajemen mutu dikaji ulang secara berkala setiap 12 bulan sekali, dan bila diperlukan, direvisi untuk memastikan kesinambungan kesesuaian serta kecukupannya  terhadap persyaratan yang diterapkan;
c) dokumen yang tidak sah atau kedaluwarsa ditarik dari semua tempat penerbitan atau penggunaan, atau dengan cara lain yang menjamin tidak digunakannya dokumen tersebut;
d) dokumen kedaluwarsa yang disimpan oleh pengendali dokumen diberi tanda yang sesuai misalkan bertuliskan Dokumen Kedaluarsa guna keperluan legal, untuk maksud suaka pengetahuan, ketertelusuran dokumen, atau untuk mengetahui riwayat perubahan dokumen.
[Continue reading...]

Monday, 17 March 2014

Independensi Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

Bila laboratorium lingkungan merupakan bagian dari suatu organisasi yang melakukan kegiatan selain pengujian, maka tanggung jawab personil inti di dalam organisasi yang mempunyai keterlibatan atau pengaruh pada kegiatan pengujian parameter kualitas lingkungan harus ditetapkan untuk mengidentifikasi pertentangan kepentingan yang potensial. Jika laboratorium merupakan bagian dari suatu organisasi yang lebih besar, pengaturan organisasi hendaknya dilakukan sedemikian rupa agar bagian-bagian yang mempunyai pertentangan kepentingan, seperti produksi, konsultasi, pemasaran, komersial atau keuangan tidak berpengaruh buruk pada kesesuaian laboratorium lingkungan dengan persyaratan ISO/IEC 17025: 2005 dan PERMENLH No.06 Tahun 2009.

Bila laboratorium ingin diakui sebagai laboratorium yang independen dan professional maka laboratorium harus memiliki pengaturan untuk memastikan agar manajemen dan personilnya bebas dari setiap pengaruh dan tekanan komersial, keuangan dan tekanan intern dan ekstern yang tidak diinginkan serta tekanan lainya yang dapat berpengaruh buruk terhadap mutu kerja mereka. Selain itu, laboratorium harus memiliki kebijakan dan prosedur untuk menghindari keterlibatan dalam setiap kegiatan yang akan mengurangi kepercayaan pada kompetensinya, ketidakberfihakanya, integritas pertimbangan dan operasionalnya dalam kegiatan pengujian.
[Continue reading...]

Thursday, 13 March 2014

Personil Inti Laboratorium Lingkungan

- 0 komentar
Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi 
 
Laboratorium lingkungan harus mempunyai personil manajerial dan teknis yang, disamping tanggung jawabnya yang lain, memiliki kewenangan dan sumber daya yang cukup untuk melaksanakan tugasnya berkaitan dengan kegiatan pengujian, termasuk implementasi, pemeliharaan dan peningkatan sistem manajemen mutu laboratorium. Selain itu, personil manajerial dan teknis tersebut harus mampu mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari sistem manajemen atau dari prosedur untuk melaksanakan pengujian serta memulai tindakan untuk mencegah atau meminimalkan penyimpangan tersebut. Dengan demikian, laboratorium harus menentukan tanggung jawab, wewenang dan hubungan antar semua personil yang mengelola, melaksanakan atau memverifikasi pekerjaan yang mempengaruhi mutu pengujian. Sehubungan dengan hal tersebut maka manajemen puncak harus menjamin bahwa proses komunikasi yang tepat ditetapkan dalam laboratorium dan bahwa komunikasi memegang peranan dalam kaitannya dengan efektivitas sistem manajemen.

Laboratorium harus menunjuk seorang staf sebagai manajer mutu (atau apapun namanya) yang, disamping tugas dan tanggung jawabnya yang lain, harus mempunyai tanggung jawab dan kewenangan tertentu untuk memastikan sistem manajemen yang terkait dengan mutu diterapkan dan diikuti setiap waktu. Manajer mutu harus mempunyai akses langsung ke pemimpin tertinggi yang membuat keputusan terhadap kebijakan atau sumber daya laboratorium. Disamping itu, laboratorium harus memiliki manajemen teknis yang sepenuhnya bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis dan ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk menjamin mutu yang disyaratkan dalam kegiatan laboratorium. Manajer teknis dapat juga memiliki tanggung jawab untuk keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan limbah laboratorium.
[Continue reading...]
 
Copyright © . infolabling Anwar Hadi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger