Administrasi Pengambilan Sampel
Ketika pengambilan sampel lingkungan
dilakukan pada daerah yang mensyaratkan surat ijin masuk (atau sejenisnya),
misalnya pada instalasi pengolahan air limbah industri, maka petugas pengambil sampel
harus melengkapi administrasi sebelum pergi ke daerah tersebut. Jika tidak,
petugas pengambil sampel mungkin akan menemui masalah tidak dapat masuk ke
dalam pabrik. Selain itu, petugas pengambil sampel harus dilengkapi surat
perintah tugas atau surat pengantar dari institusi yang berwenang dan
ditunjukkan ke pihak pabrik untuk kelancaran administrasinya. Namun dalam hal
ini, kadang kala pihak pabrik tidak mensyaratkan surat menyurat melainkan cukup
konfirmasi melalui telepon. Apapun situasi dan kondisinya, administrasi
pengambilan sampel lingkungan merupakan bagian dari perencanaan yang harus
dipertimbangkan.
Sebagaimana diketahui bahwa
pengambilan sampel lingkungan mempunyai resiko atau bahaya ketika dilakukan di
sungai yang cukup besar, di laut, atau pada cerobong pabrik. Dengan demikian,
disamping peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dipakai saat
pengambilan sampel dilakukan, seorang petugas pengambil sampel lingkungan harus
dilengkapi asuransi jiwa yang memadai. Ini diperlukan untuk memberikan rasa
aman dan percaya diri bagi petugas pengambil sampel dalam melaksanakan
tugasnya.
Biaya
Pengambilan Sampel
Mutu data hasil pengujian sampel
lingkungan sangat dipengaruhi oleh biaya yang tersedia. Apabila mutu data yang
diharapkan tidak dapat dicapai karena kendala biaya, maka hal yang perlu
dipertimbangkan adalah mengusahakan tambahan biaya atau mengurangi persyaratan hingga
mencapai sebagaimana biaya yang tersedia. Mengurangi persyaratan bukan berarti
mengabaikan penerapan jaminan mutu dan pengendalian mutu dilapangan, melainkan
pengurangan parameter yang harus diuji dan/atau jumlah titik pengambilan sampel
dan/atau frekuensi pengambilan sampel.
4 (empat) faktor yang sangat
mempengaruhi biaya pengambilan sampel lingkungan, yaitu:
1) lokasi dan aksesibilitas ke titik pengambilan sampel;
2) jumlah, jenis, dan kompleksitas sampel lingkungan
yang diambil;
3) frekuensi pengambilan sampel;
4) jaminan mutu dan pengendalian mutu yang diterapkan
di lapangan.
Adapun komponen biaya pengambilan sampel
lingkungan, meliputi antara lain:
1) depresiasi peralatan pengambilan sampel dan
peralatan ukur di lapangan termasuk peralatan keselamatan dan kesehatan kerja
personil;
2) kalibrasi peralatan ukur di lapangan;
3) penggunaan bahan pengawet secara kimia dan/atau
fisika;
4) penggunaan bahan habis pakai;
5) penggunaan wadah sampel;
6) transportasi ke lokasi pengambilan sampel;
7) akomodasi, apabila diperlukan;
8) honor petugas pengambil sampel (lumpsum
atau perdiem);
9) penyusunan laporan pengambilan sampel.
Dalam menyusun perencanaan
pengambilan sampel lingkungan, berikut ini merupakan pertanyaan yang dapat dijadikan
panduan untuk mempertimbangkan suatu keputusan berkaitan dengan mutu data yang
diharapkan dengan biaya yang tersedia:
1) apakah biaya yang tersedia untuk pengambilan sampel
lingkungan mencukupi untuk mencapai mutu data yang diharapkan?;
2) jika tidak, bagaimana mutu data yang dapat dicapai
dengan biaya yang tersedia?;
3) jika biaya yang tersedia tidak mencukupi, berapa
biaya tambahan yang diperlukan untuk mencapai mutu data yang diharapkan?
Seringkali, keputusan penetapan mutu data bukan
didasarkan pada aspek teknis melainkan kebijakan yang ada serta keterbatasan
sumber daya khususnya biaya yang tersedia.
0 komentar:
Post a Comment