Monday, 12 May 2014

Administrasi dan Biaya Pengambilan Sampel

Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi 
 
Administrasi Pengambilan Sampel
Ketika pengambilan sampel lingkungan dilakukan pada daerah yang mensyaratkan surat ijin masuk (atau sejenisnya), misalnya pada instalasi pengolahan air limbah industri, maka petugas pengambil sampel harus melengkapi administrasi sebelum pergi ke daerah tersebut. Jika tidak, petugas pengambil sampel mungkin akan menemui masalah tidak dapat masuk ke dalam pabrik. Selain itu, petugas pengambil sampel harus dilengkapi surat perintah tugas atau surat pengantar dari institusi yang berwenang dan ditunjukkan ke pihak pabrik untuk kelancaran administrasinya. Namun dalam hal ini, kadang kala pihak pabrik tidak mensyaratkan surat menyurat melainkan cukup konfirmasi melalui telepon. Apapun situasi dan kondisinya, administrasi pengambilan sampel lingkungan merupakan bagian dari perencanaan yang harus dipertimbangkan.

Sebagaimana diketahui bahwa pengambilan sampel lingkungan mempunyai resiko atau bahaya ketika dilakukan di sungai yang cukup besar, di laut, atau pada cerobong pabrik. Dengan demikian, disamping peralatan keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dipakai saat pengambilan sampel dilakukan, seorang petugas pengambil sampel lingkungan harus dilengkapi asuransi jiwa yang memadai. Ini diperlukan untuk memberikan rasa aman dan percaya diri bagi petugas pengambil sampel dalam melaksanakan tugasnya.


Biaya Pengambilan Sampel
Mutu data hasil pengujian sampel lingkungan sangat dipengaruhi oleh biaya yang tersedia. Apabila mutu data yang diharapkan tidak dapat dicapai karena kendala biaya, maka hal yang perlu dipertimbangkan adalah mengusahakan tambahan biaya atau mengurangi persyaratan hingga mencapai sebagaimana biaya yang tersedia. Mengurangi persyaratan bukan berarti mengabaikan penerapan jaminan mutu dan pengendalian mutu dilapangan, melainkan pengurangan parameter yang harus diuji dan/atau jumlah titik pengambilan sampel dan/atau frekuensi pengambilan sampel.

4 (empat) faktor yang sangat mempengaruhi biaya pengambilan sampel lingkungan, yaitu:
1)   lokasi dan aksesibilitas ke titik pengambilan sampel;
2)   jumlah, jenis, dan kompleksitas sampel lingkungan yang diambil;
3)   frekuensi pengambilan sampel;
4)   jaminan mutu dan pengendalian mutu yang diterapkan di lapangan.

Adapun komponen biaya pengambilan sampel lingkungan, meliputi antara lain:
1) depresiasi peralatan pengambilan sampel dan peralatan ukur di lapangan termasuk peralatan keselamatan dan kesehatan kerja personil;
2)   kalibrasi peralatan ukur di lapangan;
3)   penggunaan bahan pengawet secara kimia dan/atau fisika;
4)   penggunaan bahan habis pakai;
5)   penggunaan wadah sampel;
6)   transportasi ke lokasi pengambilan sampel;
7)   akomodasi, apabila diperlukan;
8)   honor petugas pengambil sampel (lumpsum atau perdiem);
9)   penyusunan laporan pengambilan sampel.

Dalam menyusun perencanaan pengambilan sampel lingkungan, berikut ini merupakan pertanyaan yang dapat dijadikan panduan untuk mempertimbangkan suatu keputusan berkaitan dengan mutu data yang diharapkan dengan biaya yang tersedia:
1) apakah biaya yang tersedia untuk pengambilan sampel lingkungan mencukupi untuk mencapai mutu data yang diharapkan?;
2)   jika tidak, bagaimana mutu data yang dapat dicapai dengan biaya yang tersedia?;
3) jika biaya yang tersedia tidak mencukupi, berapa biaya tambahan yang diperlukan untuk mencapai mutu data yang diharapkan?
Seringkali, keputusan penetapan mutu data bukan didasarkan pada aspek teknis melainkan kebijakan yang ada serta keterbatasan sumber daya khususnya biaya yang tersedia.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . infolabling Anwar Hadi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger