Peran Manajer
Laboratorium Lingkungan dalam Peningkatan Berkelanjutan
Sistem manajemen mutu laboratorium lingkungan
akan mencapai keberhasilan jika kebijakan mutu, sasaran mutu, persyaratan
pelanggan atau pihak lain yang berkepentingan, prosedur dan instruksi kerja
yang telah ditetapkan diterapkan secara efektif serta efisien. Namun dalam
kenyataannya, hal ini terkadang sulit dicapai karena personil laboratorium yang
terlibat dalam penerapan sistem manajemen mutu terkadang tidak semuanya
memiliki komitmen untuk memenuhi kebijakan mutu, sasaran mutu dan persyaratan
pelanggan atau pihak lain yang berkepentingan. Selain itu, terkadang terjadi konflik kepentingan antar individu,
kebingungan menetapkan skala prioritas pekerjaan, atau bahkan adanya hubungan
pribadi yang kurang harmonis antar personil laboratorium. Ketika hal ini
terjadi, maka peran para manajer sangat dibutuhkan untuk menghilangkan situasi
dan kondisi dari keadaan tersebut dengan membangun komunikasi yang efektif.
Oleh
sebab itu, manajer puncak harus mampu menjamin bahwa proses komunikasi yang tepat ditetapkan dalam laboratorium
dan bahwa komunikasi memegang peranan dalam kaitannya dengan efektifitas sistem
manajemen. Komunikasi dapat dilakukan antara lain dengan cara:
a) sosialisasi kebijakan mutu dan
sasaran mutu yang berkaitan dengan peningkatan berkelanjutan dan efektifitas
sistem manajemen kepada seluruh personil di semua tingkatan organisasi
laboratorium;
b) semua personil laboratorium
diikutsertakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kaji ulang manajemen; dan
c) melakukan
pelatihan sistem manajemen termasuk permasalahan yang dihadapi oleh
laboratorium.
Dengan
menjalin komunikasi yang efektif, maka seluruh personil laboratorium dapat menyadari relevansi dan pentingnya kegiatan
mereka dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam pencapaian tujuan sistem
manajemen. Karena itu, manajer puncak harus mampu memberikan komitmen tentang
pengembangan dan implementasi sistem manajemen dan meningkatkan efektifitasnya
secara berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam:
a) pembuatan dan revisi panduan
mutu;
b) memantau dan mengukur proses
tahapan pekerjaan pengujian parameter kualitas lingkungan, tindakan perbaikan
dan pengaduan pelanggan; serta
c) menggunakan tindakan perbaikan
dan pencegahan untuk melakukan peningkatan yang diperlukan.
Selain itu, manajer
puncak harus menjamin bahwa integritas sistem manajemen dipelihara pada saat
perubahan terhadap sistem manajemen direncanakan dan diimplementasikan dengan
cara:
a) mengkomunikasikan kepada
organisasi mengenai pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan, demikian juga
persyaratan perundang-undangan dan peraturan lainnya;
b) melibatkan semua pihak yang
terpengaruh dalam membuat keputusan untuk melakukan perubahan; dan
c) perubahan yang dilakukan tidak
menyebabkan hambatan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
oleh laboratorium dan masih sesuai dengan persyaratan ISO/IEC 17025: 2005.
0 komentar:
Post a Comment