Monday, 1 June 2015

Tahapan Peningkatan Berkelanjutan Laboratorium Lingkungan

Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi
Tahapan Peningkatan Berkelanjutan Laboratorium Lingkungan

Ketika laboratorium lingkungan memiliki pemahaman bahwa mutu adalah suatu perjalanan bukan tujuan, maka laboratorium harus melakukan peningkatan berkelanjutan dari waktu ke waktu untuk mencapai kepuasan pelanggan atau pihak lain yang berkepentingan. Secara diagram perbaikan mutu melalui peningkatan berkelanjutan diilustrasikan sebagaimana dalam gambar dibawah ini:
Pencapaian kepuasan pelanggan berdasarkan perbaikan mutu sebagaimana dalam gambar tersebut harus melibatkan peran seluruh personil di semua tingkatan organisasi laboratorium lingkungan untuk berkomitmen berkesesuaian dengan ISO/IEC 17025: 2005. Selain itu,  secara berkelanjutan seluruh personil laboratorium berusaha secara optimal meningkatkan efektiftas penerapan sistem manajemen mutu. Sedangkan peran aktif para manajer dalam peningkatan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, dan keefektifan sistem manajemen mutu terus berlanjut serta untuk mengetahui perubahan atau peningkatan yang diperlukan.

Para manajer bertanggung jawab dan berwenang untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi faktor-faktor yang dapat digunakan sebagai dasar peningkatan berkelanjutan berkaitan dengan penerapan sistem manajemen mutu laboratorium. Sedangkan manajer puncak bertanggung jawab dan berwenang untuk melakukan koordinasi, pengawasan dan evaluasi peningkatan berkelanjutan berkaitan dengan penerapan sistem manajemen mutu laboratorium. Peningkatan efektifitas sistem manajemen secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis dan mengevaluasi situasi yang tengah berlangsung melalui antara lain, salah satu atau lebih hal-hal, dibawah ini:
    a)      penggunaan kebijakan mutu;
    b)      sasaran mutu;
    c)      umpan balik pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan;
    d)     hasil audit;
    e)      analisis data;
    f)       tindakan perbaikan;
    g)      tindakan pencegahan; dan
    h)      kaji ulang manajemen.

Hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan oleh para manajer digunakan sebagai dasar untuk menetapkan sasaran perbaikan berkaitan dengan peningkatan penerapan sistem manajemen mutu laboratorium. Sararan untuk perbaikan tersebut adalah sesuatu yang dicari, atau dituju, berkaitan dengan mutu dan harus dapat diukur tingkat keberhasilannya melalui efektifitas dan efisiensinya. Bila sasaran untuk perbaikan telah ditetapkan, maka manajer puncak dibantu oleh para manajer mencari solusi yang paling mungkin untuk mencapai sasaran tersebut. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam mencari solusi pencapaian sasaran adalah keseimbangan antara kemungkinan biaya, resiko dan kemungkinan teknis didasarkan pada sumber daya yang tersedia.

Solusi yang telah ditetapkan dievaluasi berdasarkan efektifitas dan efisiensi yang dicapai serta dilakukan pilihan alternatif yang paling memungkinkan, bila diperlukan. Berdasarkan alternatif yang paling memungkinkan, maka solusi pencapaian sasaran peningkatan sistem manajemen mutu yang telah dipilih diimplementasikan dalam kegiatan di laboratorium. Hasil implementasi tersebut diukur, diverifikasi, dianalisis dan dievaluasi oleh manajer puncak dibantu oleh para manajer untuk mengetahui apakah sasaran peningkatan berkaitan dengan sistem manajemen mutu laboratorium telah dipenuhi atau belum. Bila hasil evaluasi tersebut dinyatakan telah memenuhi sasaran peningkatan berkaitan dengan sistem manajemen mutu laboratorium, maka perubahan yang terjadi diresmikan oleh manajer puncak. Perubahan ini merupakan acuan yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbesar kemungkinan peningkatan kepuasan pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan pada tahun berikutnya.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © . infolabling Anwar Hadi - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger