Monday, 15 March 2021

Verifikasi Metode Pengujian Udara Ambien & Emisi - Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025: 2017

Ditulis Oleh : cak war | Anwar Hadi

 

Verifikasi Metode Pengujian Udara Ambien & Emisi

Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025: 2017

 

Verifikasi metode pengujian adalah konfirmasi melalui pengujian dan pengadaan bukti yang objektif bahwa persyaratan dalam metode pengujian tersebut dipenuhi. Tujuan memverifikasi metode adalah untuk mengetahui sejauh mana penyimpangan yang tidak dapat dihindari dari suatu metode standar pada kondisi normal dimana seluruh elemen terkait telah dilaksanakan dengan baik dan benar. Perlu diperhatikan bahwa verifikasi metode pengujian merupakan keseimbangan antara kemungkinan biaya, resiko dan teknis. Karena itu, hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam melaksanakan verifikasi metoda pengujian, antara lain: keterbatasan biaya, waktu, dan personil; kepentingan laboratorium; kepentingan pelanggan; serta diutamakan untuk pekerjaan yang bersifat rutin.

 

Sehubungan dengan hal tersebut, buku Verifikasi Metode Pengujian Udara Ambien & Emisi – Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025: 2017 ini dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan verifikasi metode pengujian. Perlu diketahui bahwa buku ini merupakan kelanjutan dari buku Verifikasi Metode Pengujian Air & Air Limbah – Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025: 2017. Dalam kesempatan ini, Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas segala bantuan dan dorongan moral yang telah diberikan. Semoga buku ini dapat berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan personil laboratorium pengujian dan laboratorium lingkungan dalam melakukan verifikasi metode pengujian, maupun pembaca pada umumnya. Berikut ini daftar isi buku Verifikasi Metode Pengujian Udara Ambien & Emisi – Mendukung Penerapan ISO/IEC 17025: 2017:

 

BAB – 1: Pemilihan Metode Pengujian

1.1 Pengertian Metode Pengujian

1.2 Pemilihan dan Pemutakhiran Metode

1.3 Validasi atau Verifikasi Metode

 

BAB – 2: PERENCANAAN VERIFIKASI METODE PENGUJIAN

2.1 Tujuan Perencanaan

2.2 Unsur-unsur Perencanaan Verifikasi Metode Pengujian

2.2.1 Tujuan Verifikasi Metode Pengujian

2.2.2 Biaya Verifikasi Metode Pengujian

2.2.3 Personel yang Melakukan Verifikasi Metode Pengujian

2.2.4 Peralatan Verifikasi Metode Pengujian

2.2.5 Pengendalian Mutu

2.2.6 Bahan Kimia

2.2.7 Fasilitasi dan Kondisi Lingkungan Pengujian

2.2.8 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

2.3 Sumber-sumber Kontaminasi

2.4 Tahapan Kritis Metode Pengujian

2.5 Dokumen Perencanaan Verifikasi Metode Pengujian

 

BAB 3 – PERSIAPAN VERIFIKASI METODE PENGUJIAN

3.1 Penugasan Personil Pengambil Sampel

3.2 Aquades dan Bahan Kimia

3.3 Persiapan Peralatan Verifikasi Metode Pengujian

3.3.1 Peralatan Gelas

3.3.2 Timbangan Analitik

3.3.3 Peralatan Spektrofotometer

3.3.4 Peralatan Spektrofotometer Serapan Atom Nyala

3.3.5 Peralatan Pengukuran Lainnya

 

BAB – 4: TAHAPAN VERIFIKASI METODE PENGUJIAN

4.1 Trueness, Bias dan Presisi Metode

4.2 Batas Deteksi Metode Pengujian

4.2.1 Penentuan Method Detction Limit

4.2.2 Penentuan Level of Quantitation

4.2.3 Penentuan Level of Linearity

4.3 Repeatabilitas dan Reprodusibilitas

4.4 Kartu Kendali (Control Chart)

4.5 Efek matrik

 

BAB – 5: PELAPORAN HASIL VERIFIKASI METODE PENGUJIAN

5.1 Penerbitan Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

5.2 Persyaratan Umum Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

5.3 Kebijakan Angka Penting

5.4 Kebijakan Uji Temu Balik (%R) dan Pelaporan Pada Kadar Rendah

5.5 Kebijakan Pelaporan Blanko Laboratorium

 

BAB – 6: VERIFIKASI METODE PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN LINGKUNGAN

6.1 Ringkasan Pengukuran

6.1.1 Ruang Lingkup

6.1.2 Peralatan yang Dibutuhkan

6.1.3 Tahapan Pengukuran

6.1.4 Pengendalian Mutu

6.2 Perhitungan Ketidakpastian

6.2.1 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

6.2.2 Evaluasi Data

6.2.3 Laporan Hasil Verifikasi

 

BAB – 7: VERIFIKASI METODE PENGUJIAN PARTIKEL TERSUSPENSI TOTAL DALAM UDARA AMBIEN MENGGUNAKAN PERALATAN HIGH VOLUME AIR SAMPLER (HVAS) DENGAN METODE GRAVIMETRI

7.1 Ringkasan Pengujian                                                                       

7.1.1 Ruang Lingkup

7.1.2 Prinsip

7.1.3 Bahan yang Dibutuhkan

7.1.4 Peralatan yang Dibutuhkan

7.1.5 Tahapan Prosedur

7.1.6 Pengendalian Mutu

7.2 Penentuan Batas kuantifikasi

7.3 Perhitungan Ketidakpastian

7.3.1 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

7.3.2 Koefisien Sensitifitas

7.3.3 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

 

BAB – 8:   VERIFIKASI METODE PENGUJIAN PARTIKEL DENGAN UKURAN ≤ 10 ┬Ám (PM10) MENGGUNAKAN PERALATAN HIGH VOLUME AIR SAMPLER (HVAS) DENGAN METODE GRAVIMETRI

8.1  Ringkasan Pengujian                                                                     

8.1.1 Ruang Lingkup

8.1.2 Prinsip

8.1.3 Bahan yang Dibutuhkan

8.1.4 Peralatan yang Dibutuhkan

8.1.5 Tahapan Prosedur

8.1.6 Pengendalian Mutu

8.2  Penentuan Batas kuantifikasi

8.3  Perhitungan Ketidakpastian

8.3.1 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

8.3.2 Koefisien Sensitifitas

8.3.3 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

 

BAB – 9: VERIFIKASI METODE PENGUJIAN NITROGEN DIOKSIDA (NO2) DALAM UDARA AMBIEN DENGAN METODE GRIESS SALTZMAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI

9.1 Ringkasan Pengujian

9.1.1 Ruang Lingkup

9.1.2 Prinsip

9.1.3 Bahan Kimia yang Dibutuhkan

9.1.4 Peralatan yang Dibutuhkan

9.1.5 Tahapan Prosedur

9.1.6 Pengendalian Mutu

9.2 Penentuan Kadar Nitrogen Dioksida Terendah Pada Kurva Kalibrasi

9.3 Penentuan Repeatabilitas dan Reprodusibilitas

9.4 Penentuan Bagan Kendali Akurasi dan Presisi

9.5 Pengujian Nitrogen Dioksida dalam Udara Ambien

9.6 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

9.7 Perhitungan Ketidakpastian

9.7.1 Ketidakpastian Peralatan Gelas

9.7.2 Ketidakpastian Laporan Hasil Pengujian

9.7.3 Koefisien Sensitifitas

9.8 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

 

BAB – 10: VERIFIKASI METODE PENGUJIAN SULFUR DIOKSIDA (SO2) DENGAN METODA PARAROSANILIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI

10.1 Ringkasan Pengujian

10.1.1 Ruang Lingkup

10.1.2 Prinsip

10.1.3 Bahan Kimia yang Dibutuhkan

10.1.4 Peralatan yang Dibutuhkan

10.1.5 Tahapan Prosedur

10.1.6 Pengendalian Mutu

10.2 Penentuan Kadar Sulfur Dioksida Terendah dan Tertinggi pada Kurva Kalibrasi

10.2.1 Penentuan Kemurnian Pararosanilin

10.2.2 Standardisasi Larutan Tiosulfat

10.2.3  Penentuan Kadar Sulfur Dioksida Dalam Larutan Induk Natrium Metabisulfit

10.3 Penentuan Repeatabilitas dan Reprodusibilitas

10.4 Penentuan Bagan Kendali Akurasi dan Presisi

10.5 Pengujian Sulfur Dioksida dalam Udara Ambien

10.6 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

10.7 Perhitungan Ketidakpastian

10.7.1 Ketidakpastian Laporan Hasil Pengujian

10.7.2 Koefisien Sensitifitas

10.8 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

 

BAB – 11:  VERIFIKASI METODE PENGUJIAN OKSIDAN (O3) DALAM UDARA AMBIEN DENGAN METODE NEUTRAL BUFFER KALIUM IODIDE (NBKI) SECARA SPEKTROFOTOMETRI

11.1 Ringkasan Pengujian

11.1.1 Ruang Lingkup

11.1.2 Prinsip

11.1.3 Bahan Kimia yang Dibutuhkan

11.1.4 Peralatan yang Dibutuhkan

11.1.5 Tahapan Prosedur

11.1.6 Pengendalian Mutu

11.2 Penentuan Kadar Oksidan Terendah dan Tertinggi pada Kurva Kalibrasi

11.3 Penentuan Repeatabilitas dan Reprodusibilitas

11.4 Penentuan Bagan Kendali Akurasi dan Presisi

11.5 Pengujian Oksidan dalam Udara Ambien

11.6 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

11.7 Perhitungan Ketidakpastian

11.7.1 Ketidakpastian Laporan Hasil Pengujian

11.7.2 Koefisien Sensitifitas

11.8 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

 

BAB – 12: VERIFIKASI METODE PENGUJIAN TIMBAL (Pb) DENGAN METODA DESTRUKSI CARA BASAH MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM NYALA

12.1 Ringkasan Pengujian                                                                  

12.1.1 Ruang Lingkup

12.1.2 Prinsip

12.1.3 Bahan yang Dibutuhkan

12.1.4 Peralatan yang Dibutuhkan

12.1.5 Tahapan Prosedur

12.1.6 Pengendalian Mutu

12.2 Penentuan Batas Kuantifikasi

12.3 Penentuan Repeatabilitas dan Reprodusibilitas

12.4 Penentuan Bagan Kendali Akurasi dan Presisi

12.5 Pengujian Timbal di Udara Ambien

12.6 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

12.7 Perhitungan Ketidakpastian

12.7.1 Ketidakpastian Laporan Hasil Pengujian

12.7.2 Koefisien Sensitifitas

12.8 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

 

BAB – 13:  VERIFIKASI METODE PENGUKURAN IKLIM KERJA (PANAS) DENGAN PARAMETER INDEKS SUHU BASAH DAN BOLA

13.1 Ringkasan Pengukuran

13.1.1 Ruang Lingkup

13.1.2 Prinsip

13.1.3 Peralatan yang Dibutuhkan

13.1.4 Tahapan Pengukuran

13.1.5 Pengendalian Mutu

13.2 Perhitungan Ketidakpastian

13.2.1 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

13.2.2 Ketidakpastian Laporan Hasil Pengujian

13.2.3 Koefisien Sensitifitas

13.3 Laporan Hasil Verifikasi

 

BAB – 14: VERIFIKASI METODE PENGUKURAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DI TEMPAT KERJA

14.1 Ringkasan Pengukuran

14.1.1 Ruang Lingkup

14.1.2 Prinsip

14.1.3 Peralatan yang Dibutuhkan

14.1.4 Tahapan Pengukuran

14.1.5 Pengendalian Mutu

14.2 Perhitungan Ketidakpastian

14.2.1 Data Penukuran di Lapangan

14.2.2 Ketidakpastian Laporan Hasil Pengukuran

14.2.3 Koefisien Sensitifitas

14.3 Laporan Hasil Verifikasi

 

BAB – 15: VERIFIKASI METODE PENGUJIAN KADAR HIDROGEN SULFIDA (H2S) DI UDARA TEMPAT KERJA DENGAN METODE BIRU METILEN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER VISIBEL

15.1 Ringkasan Pengujian

15.1.1 Ruang Lingkup

15.1.2 Prinsip

15.1.3 Bahan Kimia yang Dibutuhkan

15.1.4 Peralatan yang Dibutuhkan

15.1.5 Tahapan Prosedur

15.1.6 Pengendalian Mutu

15.2 Penentuan Kadar Hidrogen Sulfida Terendah dan Tertinggi pada Kurva Kalibrasi

15.2.1 Standardisasi Larutan Natrium Tiosulfat

15.2.2  Penentuan Kadar Hidrogen Sulfida dalam Larutan Induk Natrium sulfida

15.3 Penentuan Repeatabilitas dan Reprodusibilitas

15.4 Penentuan Bagan Kendali Akurasi dan Presisi

15.5 Pengujian Hidrogen Sulfida dalam Udara di Tempat Kerja

15.6 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

15.7 Perhitungan Ketidakpastian

15.7.1 Ketidakpastian Laporan Hasil Pengujian

15.7.2 Koefisien Sensitifitas

15.8 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

 

BAB – 16: VERIFIKASI METODE PENGUJIAN KADAR AMONIAK (NH3) DALAM UDARA AMBIEN DENGAN METODE INDOFENOL SECARA SPEKTROFOTOMETRI

16.1 Ringkasan Pengujian

16.1.1 Ruang Lingkup

16.1.2 Prinsip

16.1.3 Bahan Kimia yang Dibutuhkan

16.1.4 Peralatan yang Dibutuhkan

16.1.5 Tahapan Prosedur

16.1.6 Pengendalian Mutu

16.2 Penentuan Kadar Amoniak Terendah Pada Kurva Kalibrasi

16.3 Penentuan Repeatabilitas dan Reprodusibilitas

16.4 Penentuan Bagan Kendali Akurasi dan Presisi

16.5 Pengujian Hidrogen Amoniak dalam Udara Ambien

16.6 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

16.7 Perhitungan Ketidakpastian

16.7.1 Ketidakpastian Laporan Hasil Pengujian

16.7.2 Koefisien Sensitifitas

16.8 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian

 

BAB – 17: VERIFIKASI METODE PENGUKURAN KARBON MONOKSIDA (CO) PADA EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK DENGAN MENGGUNAKAN FLUE GAS ANALYZER

17.1 Ringkasan Pengukuran

17.1.1 Ruang Lingkup

17.1.2 Prinsip

17.1.3 Peralatan yang Dibutuhkan

17.1.4 Tahapan Prosedur

17.1.5 Pengendalian Mutu

17.2 Penentuan Kadar Terendah dan Uji Kinerja Flue Gas Analyzer Karbon monoksida

17.2.1 Tahapan Uji Kinerja

17.2.2 Hasil Uji Kinerja

17.3 Pengukuran Karbon Monoksida dalam Emisi Sumber Tidak Bergerak

17.3.1 Perhitungan Ketidakpastian

17.3.2 Koefisien Sensitifitas

17.4 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengukuran

 

BAB – 18:  VERIFIKASI METODE PENGUJIAN HIDROGEN KLORIDA (HCl) EMISI GAS BUANG SUMBER TIDAK BERGERAK DENGAN METODA MERKURI TIOSIANAT SECARA SPEKTROFOTOMETRI

18.1 Ringkasan Pengujian

18.1.1 Ruang Lingkup

18.1.2 Prinsip

18.1.3 Bahan Kimia yang Dibutuhkan

18.1.4 Peralatan yang Dibutuhkan

18.1.5 Tahapan Prosedur

18.1.6 Pengendalian Mutu

18.2 Penentuan Batas Deteksi dan Batas Kuantifikasi serta Batas Linearitas

18.2.1 Larutan Standar Klorida

18.2.2 Penentuan Kadar Hidrogen Klorida Terendah dan Tertinggi pada Kurva Kalibrasi

18.3 Penentuan Repeatabilitas dan Reprodusibilitas

18.4 Penentuan Bagan Kendali Akurasi dan Presisi

18.5 Pengujian Hidrogen Klorida dalam Emisi Gas Buang Sumber Tidak Bergerak

18.6 Data Pengambilan Sampel di Lapangan

18.7 Perhitungan Ketidakpastian

18.7.1 Ketidakpastian Peralatan Gelas

18.7.2 Ketidakpastian Berat Molekul HCl

18.7.3 Ketidakpastian Laporan Hasil Pengujian

18.7.4 Koefisien Sensitifitas

18.8 Laporan Hasil Verifikasi Metode Pengujian